BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia perluas akses ekspor seafood ke Türkiye dan China
Pemerintah menilai perluasan akses pasar ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing ekspor, meningkatkan nilai tambah sektor perikanan, serta menjaga keberlanjutan standar mutu produk Indonesia di pasar internasional.
Indonesia perluas akses ekspor seafood ke Türkiye dan China
Pada 2025, ekspor Indonesia ke Türkiye terdiri dari komoditas utama cakalang, tuna, karagenan, sarden, lemuru, gurita, dan rumput laut. / Arsip AP
16 jam yang lalu

Indonesia memperkuat posisinya dalam perdagangan perikanan global setelah memperoleh nomor persetujuan ekspor dari otoritas di Türkiye dan China untuk 57 unit pengolahan ikan (UPI).

Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan, langkah ini membuka akses pasar baru sekaligus memastikan standar keamanan pangan internasional tetap terpenuhi.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP, Ishartini, mengatakan seluruh unit usaha yang mendapat persetujuan kini dapat mengirimkan produk perikanan ke kedua negara tersebut. 

“Dengan nomor persetujuan ini, 57 pelaku usaha perikanan dapat mengekspor ikan dan produk turunannya ke Türkiye dan China,” ujarnya dikutip oleh Antara.

Menurut Ishartini, proses memperoleh persetujuan tidak sekadar pengajuan daftar perusahaan. Setiap UPI harus melalui verifikasi teknis serta pengisian kuesioner sesuai ketentuan regulator di kedua negara. Seluruh unit yang diusulkan juga telah memililki sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) dan menerapkan standar sanitasi, higiene, serta keamanan pangan berbasis ikan.

Pasar perikanan potensial

Dari total 56 unit yang diajukan ke Türkiye, sebanyak 52 telah memperoleh nomor persetujuan, sementara empat lainnya masih dalam tahap evaluasi. Adapun lima unit yang diajukan ke China seluruhnya langsung disetujui oleh General Administration of Customs of China.

Secara ekonomi, Türkiye dinilai sebagai pasar potensial bagi komoditas perikanan Indonesia. Pada 2025, ekspor tujuh komoditas utama yang meliputi cakalang, tuna, karagenan, sarden, lemuru, gurita, dan rumput laut olahan mencapai 2.600 ton dengan nilai sekitar $4,6 juta atau setara Rp78,6 miliar.

Sementara itu, China tetap menjadi salah satu pasar terbesar Indonesia dengan permintaan mencapai 1.080 jenis komoditas perikanan. Sepanjang 2025, ekspor produk perikanan Indonesia ke China tercatat sebesar 491.528 ton dengan nilai $1,04 miliar. 

Pemerintah menilai perluasan akses pasar ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing ekspor, meningkatkan nilai tambah sektor perikanan, serta menjaga keberlanjutan standar mutu produk Indonesia di pasar internasional.

TerkaitTRT Indonesia - Kolaborasi BRIN–China ungkap dinamika laut dalam lewat teknologi mooring terbaru
SUMBER:TRT Indonesia