DUNIA
2 menit membaca
Mendorong perubahan: Indonesia ajak ASEAN bersatu berjuang melawan polusi plastik
Dalam AMME ke-18, Indonesia dorong ASEAN bersatu mendukung perjanjian internasional untuk mengatasi krisis polusi plastik.
Mendorong perubahan: Indonesia ajak ASEAN bersatu berjuang melawan polusi plastik
AMME-18 – Memperkuat Kerja Sama Regional, Mendorong Kesatuan Lingkungan Hidup. Foto: IG/@nresmalaysia / TRT Global

Indonesia menyerukan negara-negara anggota ASEAN untuk bersatu dan mendukung perjanjian global guna mengakhiri polusi plastik. Seruan ini disampaikan dalam pertemuan para menteri lingkungan se-Asia Tenggara yang baru-baru ini diadakan di Malaysia.

Menurut Ary Sudijanto, Deputi Bidang Pengelolaan Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon di Kementerian Lingkungan Hidup, tantangan lingkungan saat ini — termasuk perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, polusi laut, dan krisis limbah — telah melampaui batas-batas negara dan regional. Oleh karena itu, diperlukan aksi kolektif.

"Kami menyerukan agar ASEAN bersatu dalam memperjuangkan kesepakatan global untuk mengakhiri polusi plastik," kata Ary Sudijanto, menekankan pentingnya organisasi regional ini bertindak bersama untuk melindungi lingkungan bagi generasi mendatang.

Sebagai bagian dari komitmennya, Indonesia bertekad menjadi pelopor dalam pengelolaan limbah regional. Pemerintah Indonesia menargetkan 100 persen limbah, termasuk plastik, dapat dikelola dengan benar pada tahun 2029.

Hasil Penting dari Pertemuan Lingkungan ASEAN

Pertemuan Tingkat Menteri Lingkungan Hidup ASEAN (AMME) ke-18, yang diadakan di Langkawi, Malaysia, pada 3 September, menghasilkan langkah-langkah konkret untuk memperkuat kerja sama regional dalam menangani krisis lingkungan global. Pertemuan ini dihadiri oleh para menteri ASEAN dan mitra strategis seperti Jepang, Uni Eropa, China, dan Korea Selatan.

Beberapa kesepakatan utama yang dihasilkan dari pertemuan tersebut meliputi:

  • Ratifikasi pernyataan bersama ASEAN tentang perubahan iklim untuk COP30 UNFCCC.

  • Laporan kemajuan tentang pembentukan Pusat Perubahan Iklim ASEAN (ACCC).

  • Pengembangan Rencana Aksi Strategis Perubahan Iklim ASEAN, yang dijadwalkan akan diluncurkan pada awal 2026.

  • Ratifikasi enam kawasan lindung baru sebagai Taman Warisan ASEAN.

Selain itu, beberapa kota juga menerima Penghargaan Kota Berkelanjutan Lingkungan ASEAN atas pencapaiannya dalam kualitas udara, pengelolaan air dan lahan yang berkelanjutan, serta perlindungan keanekaragaman hayati perkotaan.

Sebagai tindak lanjut, ASEAN akan mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi ke-21 (COP-21) untuk Perjanjian ASEAN tentang Polusi Asap Lintas Batas di Vietnam pada tahun 2026, dan Pertemuan AMME ke-19 serta COP-22 di Myanmar pada tahun 2027.

TerkaitTRT Global - Indonesia tegaskan komitmen akhiri polusi plastik meski tanpa perjanjian global

SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Indonesia-Australia dorong stabilitas kawasan dan perkuat kerja sama maritim
Kemlu: Memorandum Badr dengan Türkiye, Pakistan dan Qatar perkuat kapasitas industri pertahanan
Menlu Indonesia dan Australia sepakat perkuat stabilitas kawasan dan kemitraan bilateral
Indonesia dan AS kolaborasi amankan bangkai kapal USS Houston di Selat Sunda
Türkiye gandeng Indonesia, Qatar, dan Pakistan kembangkan produksi alutsista bersama
Kebakaran hutan meluas, Presiden Prabowo sindir negara yang suka hina Indonesia
Ancam turunkan status pasar saham RI, Presiden Prabowo sebut MSCI coba intimidasi Indonesia
Indonesia dan Portugal sepakati pengakuan sertifikat awak kapal perikanan
Uni Eropa kucurkan bantuan Rp4,02 miliar tangani dampak kekeringan di Indonesia
Indonesia desak akses pendidikan Palestina dijamin, BAZNAS salurkan beasiswa Rp22 miliar
Apa itu virus dengue?
Presiden Prabowo beri penghargaan kepada 140 personel Polri usai misi PBB di Afrika Tengah
Menlu Indonesia tegaskan komitmen perkuat PBB dan dorong reformasi multilateralisme
Indonesia dorong OKI perkuat penyelesaian konflik internal dan dukungan bagi Palestina
Indonesia dan Australia kerahkan kapal perang saat latihan bersama, perkuat kekuatan maritim
Guterres apresiasi Indonesia dalam misi perdamaian PBB, soroti peran stabilisasi di Afrika Tengah
Kemlu pastikan WNI tak terlibat unjuk rasa di Prancis, imbau waspadai situasi keamanan
Guterres temui Presiden Prabowo, apresiasi dukungan Indonesia terhadap perdamaian global
Dievakuasi dari pohon setinggi 10 meter, orang utan korban karhutla di Kotim selamat
Kebakaran hutan di Kalimantan kian parah, penyelamatan orang utan melonjak tajam