Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) sukses menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah fantastis. Sebanyak 3,37 ton kuncup bunga kanabinoid milik jaringan internasional berhasil disita petugas.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini bermula dari kejelian petugas saat melakukan pemeriksaan X-ray terhadap barang impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Setelah melihat adanya komoditas yang mencurigakan, petugas melakukan uji laboratorium dan memastikan bahwa barang tersebut adalah narkotika.
"Jaringan ini merupakan jaringan internasional yang melibatkan Malaysia, China, Indonesia, melalui Thailand," ujar Djaka dalam konferensi pers di Gresik, Jawa Timur, Kamis (2/7), sebagaimana rilis resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (3/7).
Terapkan strategi jebakan controlled delivery
Menariknya, setelah menemukan komoditas haram tersebut di Tanjung Priok, Bea Cukai tidak langsung melakukan penyitaan di tempat. Demi menggulung komplotan di balik penyelundupan ini, Bea Cukai berkoordinasi erat dengan BNN untuk menerapkan strategi controlled delivery atau pengiriman di bawah pengawasan.
"Kami tidak langsung melakukan penangkapan di pelabuhan. Jika langkah itu dilakukan, tentu kami tidak akan memperoleh informasi mengenai jaringan di belakangnya. Karena itu kami melakukan controlled delivery hingga pengiriman tiba di Gresik," jelas Djaka.
Tim gabungan kemudian mengawal ketat pergerakan empat kontainer tersebut dari Jakarta hingga sampai ke sebuah kawasan pergudangan di Gresik, Jawa Timur. Di lokasi tujuan inilah petugas langsung menyergap dan mengamankan barang bukti seberat 3,37 ton tersebut.
Modus baru manfaatkan jalur resmi
Kasus ini mengungkap modus baru di mana para pelaku memanfaatkan dokumen kepabeanan resmi yang tampak sah guna mengelabui petugas di pelabuhan. Djaka menegaskan, temuan ini menjadi alarm pentingnya penguatan teknologi pemeriksaan serta sinergi antarlembaga penegak hukum di pintu masuk perdagangan internasional.
Ia pun meminta masyarakat untuk terus waspada dan ikut serta membentengi negara dari peredaran gelap narkoba.
"Saya mengimbau seluruh masyarakat agar tetap berkomitmen menjaga bangsa ini dari peredaran barang-barang terlarang, khususnya narkotika yang menjadi musuh bersama masyarakat dunia," tutur Djaka menutup keterangannya.
















