Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) resmi menggelar latihan militer gabungan berskala besar bertajuk Keris Woomera 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur. Latihan yang melibatkan lebih dari 2.200 personel militer ini digelar untuk memperkokoh kerja sama pertahanan serta meningkatkan kesiapsiagaan operasional kedua negara.
Latihan yang berlangsung pada 12–20 Oktober 2026 tersebut diikuti oleh sekitar 1.235 personel dari TNI dan 1.000 personel dari pihak ADF. Keris Woomera 2026 menjadi ajang pamer kesiapsiagaan tempur sekaligus bentuk komitmen menjaga stabilitas keutuhan kawasan Indo-Pasifik.
Komandan Operasi Gabungan ADF, Wakil Laksamana Justin Jones, menegaskan bahwa latihan ini semakin memperkuat kemitraan strategis yang telah lama terjalin antara Australia dan Indonesia atas dasar rasa saling percaya dan menghormati.
"Indonesia merupakan mitra strategis yang sangat penting bagi Australia. Latihan ini menjadi aktivitas pelatihan militer luar negeri terbesar bagi Australia sepanjang tahun ini," ujar Jones dalam keterangannya, dilansir Anadolu Agency, Selasa (13/10).
Rangkaian latihan Keris Woomera 2026 mencakup berbagai skenario tempur kompleks, mulai dari pendaratan amfibi (amphibious landings), latihan menembak amunisi tajam (live-fire exercises), hingga operasi maritim terintegrasi.
Latihan dua tahunan (biennial) ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2024 sebagai tindak lanjut dari perjanjian kerja sama pertahanan bilateral yang disepakati kedua negara pada Agustus tahun yang sama. Pada edisi perdananya dua tahun lalu, latihan ini melibatkan sekitar 2.000 prajurit dengan fokus pada operasi udara, maritim, amfibi, serta simulasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.


















