Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza mengatakan bahwa semua kapal dalam konvoi bantuannya telah disita oleh Israel.
"Kami sedang menunggu informasi lebih lanjut tentang penculikan ilegal mereka," kata penyelenggara armada dalam sebuah pernyataan di Telegram pada Selasa.
Dengan bersumpah melanjutkan misinya bagi Palestina, mereka menyerukan kepada publik untuk "menuntut jalur aman".
"Kirim email ke menteri luar negeri Anda," tambah mereka.
Sementara itu, PBB mengatakan bahwa pihaknya "sangat khawatir" tentang keselamatan para aktivis di kapal.
"Kami sangat khawatir tentang keselamatan semua orang di kapal. Mereka perlu dilindungi, dan mereka perlu dijaga aman," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric pada konferensi pers, seraya menambahkan bahwa "hukum internasional di laut lepas perlu dihormati."
Ditanya apakah Sekretaris Jenderal Antonio Guterres akan menegaskan bahwa penangkapan aktivis armada merupakan pelanggaran hukum internasional, Dujarric mengatakan, "Saya rasa kami belum memiliki semua rincian tentang bagaimana ini dilakukan, tetapi tampaknya ini tidak dilakukan sepenuhnya dengan menghormati hukum internasional."
Dujarric juga mengulang seruan agar Israel melonggarkan pembatasan terhadap bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza.
"Mari kita ingat cara terbaik untuk memasukkan bantuan kemanusiaan adalah melalui saluran resmi, dan agar itu terjadi dalam volume yang lebih besar, kita perlu melihat Israel menghapus sejumlah hambatan dan penghalang yang selama ini ada, yang tidak memungkinkan kami membawa bantuan yang kami butuhkan," ujarnya.
Dujarric menyoroti kekurangan kritis suku cadang untuk generator dan stasiun pompa, menumpuknya sampah padat, serta kurangnya bahan yang dibutuhkan untuk membangun kembali tempat penampungan secara besar-besaran di enklave Palestina yang dikepung.
Sebelumnya pada hari itu, armada mengatakan bahwa kapal-kapal militer Israel terus menyerang dan menaiki armada bantuan kemanusiaannya di perairan internasional saat konvoi menuju Gaza.
Perkembangan itu terjadi ketika tentara Israel melancarkan serangan pada hari Senin terhadap konvoi bantuan di perairan internasional.
Armada yang terdiri dari 54 kapal berangkat pada hari Kamis dari distrik Marmaris di Türkiye dalam upaya baru untuk memecah blokade ilegal Israel yang diberlakukan terhadap Gaza sejak 2007.
Ini bukan insiden pertama yang melibatkan armada tersebut.
Akhir April lalu, tentara Israel menyerang kapal-kapal armada di perairan internasional lepas pantai pulau Kreta di Yunani. Konvoi itu pada saat itu melibatkan 345 peserta dari 39 negara, termasuk warga Türkiye.














