BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
CEO Nvidia: AI dapat membantu tetapi tidak dapat mengambil alih ambisi dan pilihan manusia
CEO Nvidia menyarankan agar perusahaan dan individu berinteraksi dengan AI sebagai mitra, bukan merasa takut terhadapnya.
CEO Nvidia: AI dapat membantu tetapi tidak dapat mengambil alih ambisi dan pilihan manusia
Ilustrasi menunjukkan logo Nvidia / Reuters

Kecerdasan buatan adalah alat untuk meningkatkan pengambilan keputusan manusia, bukan untuk menggantikannya. Hal itu disampaikan CEO perusahaan teknologi asal AS, Nvidia, Jensen Huang, dalam sebuah wawancara yang disiarkan Senin oleh TVBS News dari Taiwan.

Huang menekankan bahwa AI bisa membantu, namun tidak dapat mengambil alih ambisi dan pilihan manusia, karena elemen kunci dari kehendak dan agensi manusia masih di luar jangkauan mesin.

“Tujuan saya adalah pilihan saya sendiri. Kalau saya ingin liburan ke Kyoto, itu bukan karena AI yang memutuskan, tapi karena saya yang menentukan itu sebagai tujuan saya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tugas-tugas seperti menetapkan tujuan, mengevaluasi kemajuan, dan beradaptasi dengan situasi baru masih sangat melekat pada manusia.

“Kita semua perlu punya aspirasi, dan sekarang AI akan membantu kita mewujudkan aspirasi dan tujuan tersebut,” tambahnya.

Huang mengajak perusahaan dan individu untuk menjalin hubungan kolaboratif dengan AI, bukan merasa terancam olehnya.

“Setiap perusahaan, setiap profesional, setiap orang perlu belajar berinteraksi dengan AI dan menjadikannya rekan, asisten, pembimbing, dan mitra kerja untuk membantu kita menjadi lebih produktif dan lebih sukses,” jelasnya.

Ia menepis kekhawatiran soal kehilangan pekerjaan akibat AI sebagai sesuatu yang keliru. Menurutnya, risiko yang sebenarnya justru terletak pada mereka yang tertinggal karena enggan memanfaatkan teknologi ini.

Dengan ekonomi global yang menargetkan pertumbuhan dari $100 triliun menjadi $200 triliun, Huang menilai lonjakan ini tidak mungkin dicapai hanya dari pertumbuhan populasi. Ia mencatat bahwa di tengah kekurangan tenaga kerja dan populasi yang menua, AI menjadi elemen penting bagi pertumbuhan tanpa harus menambah jumlah pekerja.

Pekan lalu, Huang mengumumkan kerja sama dengan perusahaan teknologi Taiwan dan pemerintah setempat untuk membangun superkomputer AI besar pertama di Taiwan guna mempercepat infrastruktur dan ekosistem AI negara tersebut.

SUMBER:AA
Jelajahi
Ekspor CPO Indonesia diproyeksikan turun akibat penerapan biodiesel B50
Tingkatkan keselamatan MRT Jabodetabek, PT MITJ adopsi teknologi presisi Jepang
BEI resmi luncurkan ETF emas fisik pertama untuk tingkatkan pendalaman pasar keuangan
Ekonomi tumbuh 5,29 persen, Bakom RI: Ekonomi Indonesia tetap solid dan semakin berkualitas
Kemendag dan Brasil bahas PTA Indonesia-Mercosur untuk perluas pasar ekspor
Transaksi QRIS capai 12,55 miliar pada semester I 2026, dekati target tahunan Bank Indonesia
Indonesia dorong investasi China dan Rusia untuk proyek kereta Trans Kalimantan
Bank Dunia kucurkan penjaminan 750 juta dolar AS untuk KUR Bank Mandiri
I Squared akuisisi Cella, siapkan ekspansi gudang logistik di Indonesia
Pemerintah tunda penerapan pajak e-commerce hingga November 2026
China luncurkan dua satelit AI, Lampung-1 perkuat kerja sama antariksa dengan Indonesia
Indonesia batasi lima juta akun anak di platform digital melalui PP Tunas
CoreWeave ekspansi ke Indonesia, bangun pusat data AI pertama di kawasan Asia-Pasifik
Pemerintah siapkan stimulus kendaraan listrik, dorong insentif motor listrik dan pembebasan PPN
IHSG memimpin penguatan di Asia Tenggara, nilai tukar rupiah tertekan penguatan dolar
OJK tegaskan komitmen reformasi pasar modal di hadapan investor global
Ekspor Indonesia naik 4,13 persen, lonjakan nikel perkuat industri pengolahan
Perdagangan defisit $450 juta, tekanan eksternal masih membayangi ekonomi Indonesia
Indonesia dan Maroko tingkatkan hubungan ekonomi, nilai perdagangan melonjak tajam
BPDP Kemenkeu sebut 80 persen ekspor sawit Indonesia kini didominasi produk hilir