Rusia mengusir diplomat senior Inggris atas 'aktivitas intelijen'
Intelijen Rusia menuduh Sekretaris Kedua Inggris Jance Gerardus mencoba memperoleh informasi sensitif selama pertemuan informal dengan para pakar ekonomi Rusia.
Rusia telah mengusir sekretaris kedua Kedutaan Besar Inggris di Moskow, Jance Gerardus, atas tuduhan melakukan kegiatan intelijen, kata Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) pada hari Senin (30/3).
FSB mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa akreditasi Gerardus dicabut dan bahwa ia harus meninggalkan Rusia dalam dua minggu.
'Telah dapat dipastikan bahwa Sekretaris Kedua Jance Van Rensburg Albertus Gerardus, lahir 06/01/1996, ketika mengajukan izin untuk masuk ke negara kami, dengan sengaja memberikan informasi yang salah, sehingga melanggar hukum Rusia,' kata FSB.
Menurut dinas intelijen, Gerardus mencoba memperoleh informasi sensitif selama pertemuan tidak resmi dengan para ahli ekonomi Rusia, yang terekam.
'FSB Rusia mengidentifikasi tanda-tanda bahwa diplomat ini melakukan kegiatan intelijen dan subversif yang mengancam keamanan Federasi Rusia,' tambahnya.
Kegiatan spionase
Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan kuasa usaha sementara Kedutaan Inggris, Danae Dholakia, dipanggil terkait kasus ini dan akan diserahkan nota protes diplomatik serta secara resmi diberi tahu mengenai kewajiban Gerardus untuk meninggalkan negara tersebut.
Kementerian menambahkan bahwa pihak berwenang Rusia juga memperoleh informasi yang menunjukkan bahwa pegawai tersebut merupakan anggota dinas intelijen Inggris dan sedang melakukan 'kegiatan intelijen dan subversif' saat berada di Rusia.
'Pihak Inggris diberitahu bahwa kasus-kasus yang sebelumnya teridentifikasi mengenai beberapa diplomat Inggris yang memberikan informasi yang sengaja salah tentang diri mereka sendiri telah menjadi dasar bagi respons tegas kami,' kata kementerian.
Moskow juga meminta London untuk menyampaikan 'rekomendasi mendesak' bahwa warga Inggris, terutama staf kedutaan, sebaiknya hanya memberikan informasi yang benar tentang latar belakang mereka ketika mengajukan permohonan visa.
'Secara khusus ditekankan bahwa Moskow tidak akan mentolerir kegiatan personel intelijen Inggris yang tidak dideklarasikan di wilayah Rusia, dan sikap tanpa kompromi kami terhadap masalah ini akan terus dibentuk sesuai dengan kepentingan keamanan nasional,' kata kementerian.
Kementerian juga memperingatkan London bahwa jika terjadi eskalasi, 'pihak Rusia akan memberikan respons yang segera dan diperlukan.'