Kepala BNPB, Suharyanto, mengatakan tim gabungan dari pusat akan segera diterjunkan ke lokasi terdampak.
“Sesuai petunjuk Bapak Presiden lewat Sekretaris Kabinet, tim gabungan dari pusat di bawah koordinasi BNPB ini akan segera hadir, baik di Maluku Utara maupun Sulawesi Utara,” ujar Suharyanto dalam rapat koordinasi daring, Kamis (2/4).
Selain tim assessment, BNPB meminta seluruh jajaran di daerah bergerak cepat menjangkau masyarakat. Fokus utama adalah pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Suharyanto menambahkan, data yang terkumpul akan semakin lengkap seiring berjalannya waktu.
Petugas BPBD bersama TNI dan Polri diminta turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi warga. Mereka juga harus memberikan informasi akurat dan menindaklanjuti laporan kerusakan.
“Apabila ada masyarakat terdampak yang kesulitan atau asetnya rusak, segera dilaporkan dan dilakukan penggantian,” jelas Suharyanto.
Pemerintah menyiapkan langkah pencarian dan penyelamatan menyusul adanya laporan korban jiwa. Upaya ini bertujuan agar seluruh korban dapat segera ditemukan dan mendapat penanganan.
Tim gabungan dari pusat bekerja di bawah koordinasi BNPB untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal.
Setibanya di lokasi, tim akan menggelar rapat lanjutan bersama pemerintah daerah. Tujuannya untuk menyusun langkah penanganan yang lebih rinci.
“Ini adalah rapat awal. Nanti sesampainya di sana, kita akan rapat lebih detail untuk membahas, menemukan, dan menyelesaikan seluruh permasalahan penanggulangan bencana di daerah,” ujar Suharyanto.











