Indonesia dan Qatar mempererat kemitraan strategis melalui rangkaian pertemuan tingkat tinggi di Jakarta, menandai babak baru hubungan bilateral yang semakin luas dari diplomasi hingga investasi.
Momentum ini diawali dengan penyelenggaraan Konsultasi Politik perdana antara kedua negara yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri RI Muhammad Anis Matta dan Menteri Negara Urusan Luar Negeri Qatar Sultan bin Saad Al Muraikhi.
Forum tersebut menjadi dasar pembentukan mekanisme kerja sama yang lebih terstruktur untuk membahas kepentingan bersama, baik di tingkat bilateral, kawasan, maupun global.
Dari pertemuan itu, kedua pihak menyepakati penyelenggaraan Strategic Dialogue di tingkat Menteri Luar Negeri pada tahun ini. Dialog tersebut akan difokuskan pada penguatan kerja sama di sektor politik, pertahanan dan keamanan, ekonomi, serta sosial budaya.
Selain itu, Indonesia dan Qatar juga mendorong percepatan finalisasi sejumlah nota kesepahaman di bidang pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi, ketenagakerjaan, hingga penanggulangan terorisme.
Pembicaraan politik
Kedua negara juga menegaskan komitmen memperkuat koordinasi di forum regional dan multilateral, termasuk dalam menghadapi isu global seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, dan transisi energi.
Dalam konteks kawasan, Jakarta dan Doha memiliki pandangan serupa terkait pentingnya meredakan ketegangan di Timur Tengah melalui dialog, dengan tetap menjunjung hukum internasional dan kedaulatan negara.
Terkait Palestina, Indonesia dan Qatar kembali menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina melalui Solusi Dua Negara, serta menyerukan gencatan senjata permanen di Gaza dan penyaluran bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.
Secara paralel, Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Sultan Al Muraikhi di Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut, Qatar menyampaikan pesan dari Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani yang memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Prabowo dan capaian ekonomi Indonesia.
“Emir Qatar juga mengapresiasi kepemimpinan Presiden Prabowo dan kemajuan ekonomi Indonesia,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Pertemuan itu juga menyoroti rencana kunjungan Emir Qatar ke Indonesia pada akhir 2026, yang akan bertepatan dengan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Selain agenda diplomatik, Qatar menegaskan komitmen investasi sebesar USD4 miliar dan membuka peluang ekspansi di berbagai sektor strategis.













