Banjir besar landa Aceh, 2 warga tewas sementara ribuan lainnya dievakuasi
Banjir besar melanda Aceh, menewaskan sedikitnya dua orang dan memaksa ribuan warga mengungsi, sementara kerusakan infrastruktur terjadi di sejumlah daerah.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh akibat hujan lebat berkelanjutan sejak minggu telah memaksa 10 dari 23 kabupaten/kota di provinsi itu menetapkan status siaga darurat, menurut laporan Kepolisian hari ini.
Menurut data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), 14.235 kepala keluarga (KK) atau 46.893 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, 1.497 jiwa dari 455 KK dilaporkan mengungsi sejak Rabu, 26 November 2025.
“Musibah ini membuat 14.235 KK atau 46.893 jiwa terdampak, dan 1.497 jiwa dari 455 KK mengungsi.” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBA, Fadmi Ridwan, dikutip dari Antara.
Sementara itu, korban tewas akibat bencana ini dilaporkan sebanyak dua orang
BPBA menyatakan bahwa penyebab utama bencana adalah curah hujan tinggi secara terus-menerus, disertai angin kencang dan kondisi geologi yang labil — semuanya memicu banjir, pergerakan tanah, dan longsor.
Menurut laporan kepolisian Aceh, daerah Kabupaten/Kota yang terdampak dan menetapkan status darurat antara lain: Bireuen, Lhokseumawe, Langsa, Aceh Timur, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Aceh Selatan.
Banjir dan longsor tidak hanya merendam permukiman, tapi juga menyebabkan kerusakan infrastruktur. Kerusakan termasuk pada infrastruktur komunikasi dan tower listrik milik PLN. Hingga Kamis pagi, wilayah terdampak semakin meluas. Beberapa rute dan akses darat putus, sementara air belum surut di banyak tempat — membuat proses pemulihan dan evakuasi masih berlangsung.
Sementara itu tim penyelamat dan pencarian dari BASARNAS sudah dikerahkan.
“Kami mengevakuasi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh,” ujar Kepala BASARNAS Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain.
Otoritas daerah meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sunga, pesisir pantai dan lereng perbukitan. Pemerintah mengingatkan agar segera mengungsi bila air mulai naik atau muncul tanda-tanda longsor, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BPBA dan BMKG.
Upaya pencegahan dinilai penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa di tengah kondisi cuaca yang masih berubah-ubah.