Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir dan Menteri Eropa dan Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot membahas penguatan hubungan bilateral, termasuk kerja sama pertahanan, dalam pertemuan di sela-sela Konferensi Menteri Luar Negeri G20 di Atlanta, Amerika Serikat, pada Jumat (30/10).
Pertemuan tersebut menjadi komunikasi pertama kedua menteri sejak Arrmanatha menjabat sebagai Menlu Indonesia. Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Prancis pada Sabtu (31/10), pembahasan mencakup tindak lanjut kemitraan strategis komprehensif Indonesia-Prancis yang diumumkan saat kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Paris pada Mei 2026.
Kedua pihak juga meninjau perkembangan kerja sama pertahanan bilateral sebagai bagian dari implementasi kemitraan strategis tersebut. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk membahas kemajuan hubungan pertahanan sekaligus mengidentifikasi peluang penguatan kolaborasi ke depan.
Selain agenda bilateral, kedua menteri bertukar pandangan mengenai sejumlah perkembangan internasional, termasuk rencana penarikan Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL). Keduanya menyoroti pentingnya dukungan terhadap Angkatan Bersenjata Lebanon untuk membantu menjaga stabilitas dan kedaulatan negara tersebut.
Situasi di Gaza dan perkembangan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah turut menjadi pembahasan. Kedua menteri juga membicarakan dinamika keamanan internasional yang memengaruhi stabilitas kawasan.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Prancis menyepakati pentingnya mempertahankan kawasan Indo-Pasifik sebagai wilayah yang inklusif, aman, dan terbuka bagi seluruh negara. Kesepahaman ini menjadi salah satu bagian dari pembahasan mengenai tantangan bersama serta upaya menjaga stabilitas kawasan.




















