POLITIK
2 menit membaca
Indonesia–Turkmenistan perkuat kemitraan dalam forum konsultasi politik perdana di Jakarta
Indonesia dan Turkmenistan menggelar konsultasi politik perdana di Jakarta, menyoroti kerjasama sektor energi, ekonomi, hukum, pendidikan, pariwisata, serta koordinasi multilateral.
Indonesia–Turkmenistan perkuat kemitraan dalam forum konsultasi politik perdana di Jakarta
Indonesia–Turkmenistan perkuat kemitraan dengan fokus energi dan sektor strategis lainnya. /Foto: Kemlu

Indonesia dan Turkmenistan membuka babak baru hubungan bilateral melalui pertemuan perdana Konsultasi Politik Tingkat Pejabat Senior yang digelar di Jakarta pada Selasa (14/7). Forum ini dipandang sebagai langkah awal untuk memperdalam koordinasi kedua negara di tengah dinamika global yang kian kompleks.

Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Santo Darmosumarto, sementara pihak Turkmenistan diwakili Wakil Menteri Luar Negeri Ahmet Gurbanov. Kedua pihak meninjau implementasi berbagai kesepakatan yang sudah berjalan sekaligus mempercepat perundingan sejumlah instrumen hukum yang masih tertunda.

Beberapa isu yang dibahas mencakup rencana pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas, kerja sama antarlembaga penegak hukum, hingga kolaborasi dalam pemberantasan pencucian uang dan pendanaan terorisme. 

Di tingkat global, kedua negara juga menegaskan pentingnya koordinasi yang lebih erat di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan forum internasional lainnya.

Sektor-sektor strategis

Sektor energi menjadi sorotan utama dalam pembicaraan ekonomi. Indonesia dan Turkmenistan sepakat memperluas kemitraan di seluruh rantai nilai energi, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga transfer teknologi dan peningkatan kapasitas. 

Keduanya juga mendorong hubungan lebih erat antara pelaku usaha, termasuk melalui partisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2026 dan forum energi serta investasi di Turkmenistan.

Selain itu, kerja sama pendidikan, riset, pariwisata, dan konektivitas turut diperkuat melalui program beasiswa, pertukaran akademik, dan promosi wisata. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan interaksi masyarakat dan dunia usaha kedua negara.

Indonesia menyambut minat Turkmenistan untuk mempererat hubungan dengan ASEAN, termasuk dorongan aksesi ke Treaty of Amity and Cooperation (TAC). Sementara Turkmenistan melihat peluang untuk memperluas keterlibatan antara ASEAN dan kawasan Asia Tengah. 

Kedua delegasi juga bertukar pandangan mengenai situasi di Asia Tenggara, Asia Tengah, dan Timur Tengah, dengan penekanan pada pentingnya dialog dan penghormatan terhadap hukum internasional.

Dalam pertemuan tersebut, Santo menekankan bahwa kemitraan kedua negara perlu ditempatkan dalam kerangka kerja sama yang lebih luas. 

“Di tengah tatanan global yang semakin terfragmentasi, Semangat Bandung perlu berkembang menjadi kerangka nyata bagi Kerja Sama Selatan-Selatan,” ujarnya.

Di sela agenda utama, Gurbanov juga melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta, Wakil Menteri Perdagangan, serta Sekretaris Jenderal ASEAN untuk menjajaki peluang kerja sama lanjutan.

SUMBER:TRT Indonesia