ASIA
2 menit membaca
Gunung Karangetang meletus tiga kali, guguran lava pijar meluncur hingga satu kilometer
Petugas mencatat empat gempa hybrid atau fase banyak, tujuh gempa vulkanik dangkal, lima gempa vulkanik dalam, serta lima gempa tektonik jauh. Suara gemuruh dan dentuman terdengar hingga pos pengamatan.
Gunung Karangetang meletus tiga kali, guguran lava pijar meluncur hingga satu kilometer
Aliran lava dari Gunung Karangetang di Pulau Sitaro, Sulawesi Utara, 12 Mei 2015. / Arsip Reuters


Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali mengalami erupsi pada Selasa (27/10) pukul 02.31 WITA, saat aktivitas vulkanik sebelumnya mencatat tiga kali letusan dari kawah utara dengan kolom asap kelabu setinggi 1.100 meter.

Berdasarkan laporan pengamatan Dewa Putu Pastika, tinggi kolom erupsi terbaru tidak teramati dan aktivitas masih berlangsung. Petugas juga mencatat guguran lava pijar yang meluncur hingga satu kilometer ke sejumlah sektor di sekitar gunung.

Personel Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang, Muhamad Fadlan Rasyidin Bina, mengatakan letusan pertama tercatat pada pukul 23.04 WITA, Minggu (25/10). Dua letusan berikutnya terjadi pada pukul 01.24 dan 03.20 WITA.

Selama periode pengamatan, guguran lava pijar terpantau meluncur sejauh 200 hingga 1.000 meter ke arah selatan, barat daya, barat, dan barat laut. Material vulkanik yang bergerak ke selatan mencapai 200–700 meter, sedangkan guguran ke arah barat dan barat daya mencapai 700–1.000 meter menuju Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, dan Kali Kiawang.

Sementara itu, guguran ke arah barat laut bergerak sejauh 500–700 meter menuju Kali Batuare, Kali Batukole, dan Kali Malrbuhe. Rekaman kamera pemantau pada malam hari juga memperlihatkan sinar api dari kawah selatan setinggi 5–30 meter dan kawah utara sekitar 50–100 meter.

Aktivitas gunung turut ditandai dengan tiga gempa letusan, 86 gempa guguran, 133 gempa embusan, 30 gempa tremor nonharmonik, dan 56 gempa tremor harmonik.

Petugas juga mencatat empat gempa hybrid atau fase banyak, tujuh gempa vulkanik dangkal, lima gempa vulkanik dalam, serta lima gempa tektonik jauh. Suara gemuruh dan dentuman terdengar hingga pos pengamatan.


Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mempertahankan status Gunung Karangetang pada Level II atau Waspada. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati kawah dalam radius 1,5 kilometer serta zona perluasan bahaya sejauh 2,5 kilometer ke arah selatan dan barat daya.

Warga juga diimbau mewaspadai guguran lava, awan panas, lahar hujan, dan banjir bandang, terutama di sekitar aliran sungai yang berhulu di gunung tersebut.

TerkaitTRT Indonesia - Gunung Ibu erupsi 103 kali dalam sehari, warga diminta jauhi zona bahaya
SUMBER:TRT Indonesia