POLITIK
2 menit membaca
Denmark Akan Meningkatkan Militer senilai $2 Miliar untuk Memperkuat Kuasa di Arktik
Denmark akan meningkatkan investasi kemampuan militer baru mereka, termasuk kapal dan drone di tengah seruan baru Presiden AS Trump untuk mengambil alih Greenland.
Denmark Akan Meningkatkan Militer senilai $2 Miliar untuk Memperkuat Kuasa di Arktik
Denmark Meningkatkan Militer senilai $2 Miliar untuk Memperkuat Kuasa di Arktik / Reuters
29 Januari 2025

Denmark mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka akan meluncurkan 14,6 miliar Crown Denmark (setara dengan $2,05 miliar dolar AS) untuk meningkatkan kehadiran militernya di wilayah Arktik, menyusul minat baru Presiden AS Donald Trump terhadap penguasaan Greenland, wilayah semi-otonom milik Denmark.

Bulan ini, Trump menyatakan bahwa Greenland sangat penting bagi keamanan AS dan Denmark harus menyerahkan kendali atas pulau Arktik strategis tersebut.

Setelah lebih dari satu dekade pemotongan drastis dalam anggaran pertahanan, tahun lalu Denmark mengalokasikan 190 miliar Crown (setara $26 miliar dolar) untuk militernya selama periode 10 tahun, sebagian diantaranya kini dialokasikan untuk wilayah Arktik.

Denmark, meskipun bertanggung jawab atas keamanan dan pertahanan Greenland, memiliki kemampuan militer yang terbatas di pulau yang luas tersebut, yang secara luas dianggap sebagai "lubang hitam" keamanan.

Saat ini, kapasitas Denmark mencakup empat kapal inspeksi yang tua, sebuah pesawat pengintai Challenger, dan 12 patroli kereta luncur anjing, yang semuanya bertugas memantau wilayah yang empat kali lebih besar dari Prancis tersebut.

Kesepakatan tersebut mencakup pendanaan untuk tiga kapal angkatan laut baru di Arktik, menggandakan jumlah drone pengintai jarak jauh yang direncanakan menjadi empat, serta pengawasan satelit, kata Menteri Pertahanan Troels Lund Poulsen dalam konferensi pers.

Partai-partai politik sepakat untuk menyisihkan lebih banyak dana untuk wilayah Arktik dalam kesepakatan yang akan disampaikan pada paruh pertama tahun ini.

Militer AS memiliki kehadiran permanen di Pangkalan Luar Angkasa Pituffik di barat laut Greenland, lokasi strategis untuk sistem peringatan dini rudal balistiknya, karena rute terpendek dari Eropa ke Amerika Utara melewati pulau tersebut.

SUMBER: Reuters

Jelajahi
Mengapa Afrika ingin perbudakan dan kolonialisme diakui sebagai genosida
AS mengadakan pembicaraan nuklir tingkat tinggi dengan Rusia dan China di Jenewa
Mantan Presiden Korsel ajukan banding vonis hukuman seumur hidup atas dekrit darurat militer
Kim Jong-un kembali terpilih sebagai sekretaris jenderal partai berkuasa Korea Utara
Keputusan yang guncang dunia — Reaksi bermunculan usai putusan tarif bersejarah Mahkamah Agung AS
Lima poin utama dari pidato Donald Trump di Board of Peace
Mengapa kesepakatan nuklir akan sulit dicapai dengan AS dan Iran yang tetap pada posisinya
Sara Duterte umumkan pencalonan presiden Filipina 2028
Trump mengatakan ia akan terlibat secara tidak langsung dalam pembicaraan dengan Iran
Perjanjian nuklir yang jamin perdamaian dunia baru saja berakhir: Apa yang akan terjadi sekarang?
Bangladesh menggelar pemilu pertama sejak Sheikh Hasina lengser dari kekuasaan
Partai Nasionalis Bangladesh akan bentuk pemerintahan pada Minggu, piagam Juli diterapkan bertahap
Dunia sambut pemilu Bangladesh sebagai ‘kemenangan demokrasi’, ucapkan selamat kepada BNP
Enam nama berpengaruh muncul dalam berkas Epstein, memicu pemeriksaan dan kekhawatiran baru
Siapa, apa, bagaimana: Pemilu pertama pasca-Hasina di Bangladesh dijelaskan dalam empat poin
Dapatkah Kuba dan AS benar-benar berdamai sementara krisis energi semakin dalam?
RI dan Mesir matangkan rencana lawatan Presiden el-Sisi ke Jakarta
Bagaimana pemilu Bangladesh usai Hasina lengser jadi sorotan di luar Barat
Pemilu 2026: Sekilas mengenai sejarah politik Bangladesh
Menlu Iran Araghchi tiba di Oman untuk negosiasi nuklir dengan AS di tengah pengerahan rudal