DUNIA
2 menit membaca
Penumpang terakhir dievakuasi dari kapal pesiar yang dilanda wabah hantavirus
Ilmuwan mengonfirmasi wabah tersebut disebabkan varian langka hantavirus Andes, satu-satunya jenis yang diketahui dapat menular antarmanusia.
Penumpang terakhir dievakuasi dari kapal pesiar yang dilanda wabah hantavirus
Kapal pesiar MV Hondius dengan dugaan kasus hantavirus di lepas pantai pelabuhan Tanjung Verde. / Foto: Reuters.

Dua penerbangan evakuasi terakhir bagi penumpang kapal pesiar yang dilanda wabah hantavirus mematikan dan berlabuh di dekat Pulau Tenerife, Spanyol, dijadwalkan berangkat pada Senin sore, kata Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia.

Garcia mengatakan kepada wartawan pada Minggu bahwa 94 penumpang telah dievakuasi dari kapal tersebut.

Sebuah penerbangan repatriasi Australia akan membawa enam penumpang, sementara penerbangan Belanda akan mengangkut 18 orang, termasuk pelancong dari negara-negara yang tidak mengatur penerbangan evakuasi sendiri, menurut pejabat setempat yang dikutip media lokal.

Kelompok pertama yang turun dari kapal pada Minggu adalah 14 warga negara Spanyol yang diterbangkan dengan pesawat militer ke Madrid dan dipindahkan ke rumah sakit militer untuk menjalani karantina dan tes.

Evakuasi itu dilakukan di tengah kontroversi dan keberatan dari Presiden Kepulauan Canary Fernando Clavijo.

Pejabat Spanyol menepis kekhawatiran bahwa tikus terinfeksi dapat mencapai daratan dari kapal, dengan mengatakan kemungkinan hewan pengerat asal Andes berenang ke pantai Canary adalah “nol”.

Hantavirus merupakan penyakit langka yang biasanya ditularkan melalui tikus yang terinfeksi atau kotorannya, meski jenis virus yang menyebabkan wabah kali ini juga dapat menyebar antarmanusia.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengklasifikasikan wabah ini sebagai respons darurat Level 3, tingkat aktivasi darurat terendah lembaga tersebut.

Wabah yang melibatkan jenis Andes dari hantavirus itu telah menyebabkan lima kasus terkonfirmasi, termasuk tiga kematian, menurut pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ilmuwan mengonfirmasi wabah tersebut dipicu oleh varian Andes yang langka, satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia, biasanya melalui kontak dekat.

WHO mengatakan dua penumpang yang kemudian meninggal dunia sempat melakukan perjalanan ke Argentina, Chile, dan Uruguay sebelum naik ke kapal.

Pejabat CDC mengatakan para penumpang akan dipantau selama sekitar enam minggu sesuai masa inkubasi virus, sementara otoritas kesehatan di sejumlah negara bagian AS juga melacak pelancong yang sudah meninggalkan kapal sebelum wabah dikonfirmasi.

SUMBER:TRT World & Agencies