BMKG: Siklon Tropis Senyar picu cuaca ekstrem di Aceh, Sumatra Utara dan provinsi sekitar

Siklon Tropis Senyar yang terbentuk di Selat Malaka memicu hujan ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatra. BMKG mengimbau kewaspadaan, cuaca diperkirakan berlanjut dalam dua hingga tiga hari kedepan.

By
Banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. (Foto: Reuters)

BMKG menyatakan Bibit Siklon 95B di Selat Malaka telah berkembang menjadi Siklon Tropis Senyar sejak kemarin. Badai tropis ini bergerak perlahan ke barat menuju Aceh dan memicu hujan sangat lebat, angin kencang, serta peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah Sumatra.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan Senyar saat ini berpusat di 5.0° LU–98.0° BT dengan tekanan 998 hPa dan angin maksimum 80 km/jam. Dalam 24 jam, sistem diperkirakan tetap melintas di Aceh sebelum melemah menjadi depresi tropis dalam 48 jam. 

Dampak cuaca ekstrem diperkirakan berlanjut di Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatra Barat. Meski intensitasnya diperkirakan menurun, dampak cuaca ekstrem tetap perlu diwaspadai.

Deputi Meteorologi BMKG Guswanto menyebut hujan ekstrem berpotensi terjadi di Aceh dan Sumut, sementara Sumbar dan Riau berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Gelombang tinggi juga diperkirakan muncul di Selat Malaka bagian utara dan perairan Aceh.

BMKG mengatakan bahwa fenomena siklon di Selat Malaka dinilai tidak umum.

Para ahli mengatakan bahwa terbentuknya siklon di sekitar selat khatulistiwa tersebut kemungkinan dipicu oleh perubahan iklim global.

“Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak siklon yang mendekati Indonesia dan memberi dampak signifikan,” kata Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani.

BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko banjir, banjir pesisir, longsor, pohon tumbang, serta gangguan pelayaran. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi BMKG dan menghindari kabar yang menyesatkan.