Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan tekad Moskow untuk memperdalam kerja sama strategis dengan ASEAN, seraya menilai hubungan yang terjalin selama ini telah memberikan kontribusi penting bagi stabilitas kawasan Asia-Pasifik di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin saat membuka KTT ASEAN-Rusia ke-35 di Kazan, Kamis (18/6). Ia menyambut para pemimpin negara anggota ASEAN, termasuk Timor-Leste yang resmi menjadi anggota penuh organisasi tersebut pada 2025.
Menurut Putin, ASEAN telah berkembang menjadi kekuatan regional yang memiliki peran penting di panggung internasional. Ia menilai pengaruh organisasi tersebut dibangun di atas penghormatan terhadap hukum internasional serta komitmen untuk menjaga kepentingan bersama seluruh negara anggotanya.
"Prinsip-prinsip inilah yang menjadi dasar hubungan Rusia dengan ASEAN. Hubungan tersebut telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang, di tengah turbulensi geopolitik saat ini, berfungsi sebagai faktor stabilitas penting di kawasan Asia-Pasifik," ujar Putin.
Putin menambahkan bahwa cakupan kolaborasi kedua pihak terus meluas, mulai dari penanganan ancaman keamanan modern hingga sektor ekonomi.
Sementara itu, Filipina selaku Ketua ASEAN 2026 menekankan tiga fokus utama yang dinilai akan menjadi landasan hubungan ASEAN-Rusia ke depan, yakni penguatan perdamaian dan keamanan, peningkatan kerja sama ekonomi, serta perluasan hubungan antarwarga.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos mengatakan berbagai tantangan lintas negara memerlukan koordinasi yang lebih erat antara negara-negara di kawasan dan mitra strategisnya.
Putin juga menyoroti pentingnya investasi pada generasi muda melalui program beasiswa, pertukaran pelajar, kerja sama akademik, dan sektor pariwisata sebagai fondasi hubungan jangka panjang ASEAN dan Rusia.











