DUNIA
2 menit membaca
Prabowo minta dukungan presiden Jerman Steinmeier untuk percepat rampungkan IEU-CEPA
“Kami berharap Jerman terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian internal di Eropa, sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh pelaku usaha di kedua pihak,” ujar Prabowo.
Prabowo minta dukungan presiden Jerman Steinmeier untuk percepat rampungkan IEU-CEPA
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier bertemu Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Jakarta. /Reuters

Presiden Indonesia Prabowo Subianto mendorong percepatan penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) dengan meminta dukungan langsung dari Presiden Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, di tengah meningkatnya kebutuhan akan kolaborasi ekonomi global yang lebih erat. Menurutnya, Indonesia dan negara-negara Eropa memiliki kepentingan strategis yang sama untuk memperluas kerja sama ekonomi di tengah dinamika global yang kian kompleks.

“Kami berharap Jerman terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian internal di Eropa, sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh pelaku usaha di kedua pihak,” ujar Prabowo.

Ia menekankan bahwa IEU-CEPA akan menjadi instrumen penting dalam memperkuat arus perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Uni Eropa, termasuk dengan Jerman sebagai salah satu mitra utama. Komitmen tersebut sejalan dengan upaya kedua negara dalam meningkatkan volume perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan.

“Kami berharap perjanjian Indonesia-EU CEPA dapat mencapai kesimpulan substantif,” tambahnya.

Sementara itu, Presiden Steinmeier menilai perjanjian tersebut membuka peluang luas bagi dunia usaha, termasuk sektor usaha kecil dan menengah (UKM) dari Jerman.

“Perjanjian ini mengandung potensi yang sangat besar. Dan dengan itu dimungkinkan investasi baru dan juga memberi peluang bagi perusahaan kecil dan menengah dari Jerman untuk mereka dibuka jalan untuk mengadakan investasi di Indonesia,” ujar Steinmeier.

Di luar perundingan CEPA, hubungan ekonomi kedua negara juga diperkuat melalui program Competitiveness Industrial Modernization and Trade Acceleration Program (CITA). Inisiatif ini difokuskan pada peningkatan daya saing industri, modernisasi sektor manufaktur, serta percepatan pengembangan perdagangan dan investasi.

TerkaitTRT Indonesia - Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier tiba di Jakarta untuk kunjungan kenegaraan
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Replika masjid dibakar di Irlandia Utara, polisi selidiki dugaan kejahatan kebencian
Rusia klaim tembak jatuh 376 drone Ukraina, serangan picu kebakaran di fasilitas minyak
Kemlu siapkan revitalisasi museum Konferensi Asia-Afrika, fokus pada digitalisasi arsip
20 negara dengan populasi terbesar di dunia
Mediator regional desak AS-Iran meredakan ketegangan dan hidupkan kembali pembicaraan nuklir
Kylian Mbappe cetak gol ke-8 di Piala Dunia, Prancis sukses mengalahkan Maroko 2-0
Indonesia dorong integrasi ekonomi halal D-8 saat KTT ditunda akibat ketegangan Timur Tengah
Menlu Sugiono tegaskan dukungan Indonesia atas multilateralisme di tengah fragmentasi global
Indonesia resmikan B50, konsumsi sawit naik dan warga mulai beralih ke biodiesel
Indonesia serukan deeskalasi di tengah eskalasi serangan AS–Iran di Selat Hormuz
Iran: 14 orang tewas dalam serangan AS di 5 provinsi, operasi kereta api Teheran-Mashhad dihentikan
Keberpihakan dan kontroversi: membayangi Piala Dunia FIFA 2026
TRT menyajikan liputan global untuk KTT NATO
Tanker Pertamina Pride lolos dari Selat Hormuz, bawa 2 juta barel minyak
Türkiye pamerkan kekuatan pertahanan di panel KTT NATO di Ankara
Jerman puji peran strategis Türkiye dalam menjaga stabilitas kawasan di KTT NATO Ankara
Ukir sejarah, atlet panjat tebing Indonesia Desak Rita rebut peringkat satu dunia
Indonesia gandeng Rusia perkuat kemitraan manufaktur di INNOPROM 2026
Trump sebut gencatan dengan Iran 'berakhir' usai serangan baru, tetapi negosiasi dapat berlanjut
Pemimpin NATO membuka hari terakhir KTT di Ankara berfokus pada Arktik, Iran, dan Ukraina