Kebakaran hebat yang disertai ledakan melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4), menyebabkan 17 orang terluka dan puluhan rumah mengalami kerusakan.
Beberapa korban mengalami luka bakar serius, dengan tingkat cedera mencapai 90 persen. Selain rumah warga, beberapa kios di sekitar lokasi juga terdampak kebakaran. Seluruh korban saat ini menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit Kota dan Kabupaten Bekasi.
Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 01.00 waktu setempat pada Kamis dini hari oleh tim pemadam kebakaran Kota dan Kabupaten Bekasi.
Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota hingga kini masih menyelidiki penyebab pasti ledakan. Dugaan awal menunjukkan kebocoran gas saat proses pengisian LPG menyebabkan akumulasi gas selama 15–20 menit sebelum meledak.
Pertamina Patra Niaga, pengelola distribusi bahan bakar dan LPG yang bekerja sama dengan perusahaan mitra di SPBE tersebut, meminta maaf atas insiden ini. Pertamina menyatakan koordinasi dengan petugas pemadam kebakaran berhasil menahan kobaran api atas respons cepat tim darurat serta dukungan militer dan kepolisian.
“Fokus saat ini adalah penanganan pasca-insiden, termasuk memastikan keselamatan warga sekitar dan membantu korban serta pekerja terdampak,” ujar Pertamina dikutip oleh Jakarta Globe.
Perusahaan menambahkan, pasokan LPG ke masyarakat tetap aman dengan distribusi cadangan dari fasilitas terdekat, dan meminta warga tetap tenang serta tidak panik membeli bahan bakar.











