ASIA
2 menit membaca
Pemerintah RI pastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026 di tengah gejolak Timteng
“Yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Jadi masyarakat di luar tidak usah ribut, tidak usah takut. Kita sudah hitung,” tegas Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (6/4).
Pemerintah RI pastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026 di tengah gejolak Timteng
Foto Arsip: Warga mengantri untuk mengisi BBM motor di sebuah SPBU di Depok. / Reuters
14 jam yang lalu

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga penghujung 2026, di tengah tekanan pasar energi global yang dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, sebagai respons atas kekhawatiran mengenai lonjakan harga minyak mentah dunia yang berpotensi membebani anggaran negara.

Mengutip laporan TVRI News pada Senin (6/4/2026), Ketua Komisi XI DPR, Misbakhun, dalam forum itu meminta kepastian langsung dari pemerintah terkait kesiapan fiskal menghadapi berbagai skenario harga minyak. Ia menyoroti pentingnya transparansi kepada publik mengenai kemampuan negara menjaga harga energi domestik.

“Jadi, saya ingin memastikan lagi nih Pak… bahwa exercise harga BBM di US$80, US$90, dan US$100 pun negara sudah siap ya, Pak?” ujar Misbakhun.

Menanggapi pernyataan tersebut, Purbaya memastikan bahwa pemerintah telah mengantisipasi skenario terburuk sekalipun. “Sudah siap. Yang kemarin diumumkan itu dengan asumsi US$100, jadi kita sudah siap kalau sampai sana,” katanya.

TerkaitTRT Indonesia - Harga BBM tetap, pemerintah RI fokus jaga stabilitas fiskal dan ekonomi nasional

“Sampai akhir tahun.”

Menkeu Purbaya kembali menegaskan kesiapan itu berlaku hingga akhir tahun. Saat didesak kembali oleh DPR, Purbaya menjawab singkat, “Sampai akhir tahun.”

Lebih lanjut, Kementerian Keuangan telah melakukan serangkaian simulasi untuk mengukur ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap fluktuasi harga minyak, termasuk di atas asumsi makro APBN 2026 yang ditetapkan sebesar US$70 per barel.

Dalam penjelasannya, Purbaya mengatakan bahwa berbagai perhitungan risiko telah mencakup rentang harga minyak antara US$80 hingga US$100 per barel, dan hasilnya menunjukkan pemerintah masih mampu menjaga subsidi energi tanpa penyesuaian harga.

“Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi, dengan asumsi harga minyak US$100 per barrel sampai akhir tahun,” ujarnya sebagaimana dikutip oleh TVRI News.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh spekulasi terkait kenaikan harga BBM. “Yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Jadi masyarakat di luar tidak usah ribut, tidak usah takut. Kita sudah hitung,” tegasnya.

Pemerintah telah berulang kali menegaskan bahwa upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam dampak gejolak energi global terhadap ekonomi domestik menjadi prioritas utama.

TerkaitTRT Indonesia - Gejolak Timur Tengah berlanjut, Purbaya: Stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi