Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan, Sekretaris Jenderal PBB menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, kerabat, dan rekan-rekan almarhum, serta kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia.
Rico sebelumnya terluka pada 29 Maret ketika sebuah proyektil menghantam posisinya di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan.
Dalam insiden yang sama, satu personel penjaga perdamaian Indonesia lainnya, Kadet Farizal Rhomadhon, juga dilaporkan gugur.
Berdasarkan hasil awal investigasi, serangan diduga berasal dari peluru artileri yang ditembakkan dari tank Merkava milik Israel dan menghantam posisi Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), kata Dujarric.
Ia menambahkan, UNIFIL telah berkali-kali menyampaikan koordinat seluruh posisi dan fasilitas PBB kepada militer Israel guna mengurangi risiko terhadap personel di lapangan.
Dengan meninggalnya Rico, jumlah pasukan penjaga perdamaian UNIFIL yang tewas dalam eskalasi konflik terbaru antara Israel dan Hizbullah kini menjadi enam orang, sementara sejumlah lainnya mengalami luka serius.
Dujarric menegaskan, serangan terhadap personel penjaga perdamaian PBB tidak dapat dibenarkan dan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius atau kejahatan perang menurut hukum internasional.
















