BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Istanbul salip Frankfurt sebagai bandara kargo tersibuk di Eropa
Asosiasi penerbangan Jerman menyebut kenaikan biaya layanan darat dan birokrasi sebagai penyebab merosotnya posisi Frankfurt.
Istanbul salip Frankfurt sebagai bandara kargo tersibuk di Eropa
Bandara Istanbul mengalami pertumbuhan kargo hampir 40 persen pada tahun 2024, jauh melampaui kenaikan Frankfurt sebesar 1,2 persen. / AA

Bandara Frankfurt, yang sebelumnya merupakan pusat kargo udara terkemuka di Eropa, kehilangan posisinya tahun lalu setelah disalip oleh Bandara Istanbul. Hal ini diungkapkan oleh Asosiasi Penerbangan Jerman (BDL), yang menyebut meningkatnya biaya layanan darat dan birokrasi berlebihan sebagai faktor utama penurunan tersebut.

Asosiasi tersebut menyatakan bahwa volume kargo udara global meningkat sebesar 6 persen pada 2024, namun pertumbuhan Frankfurt hanya mencapai 1,2 persen. Sebaliknya, Bandara Istanbul mencatat lonjakan 39,6 persen dalam pengangkutan kargo, mendorongnya melampaui Frankfurt untuk pertama kalinya.

BDL memperingatkan bahwa lalu lintas kargo mulai beralih ke negara-negara tetangga yang menawarkan biaya operasional lebih rendah dan proses penanganan yang lebih cepat, membuat bandara Jerman seperti Frankfurt dan Cologne/Bonn semakin sulit bersaing.

Langkah-langkah mendesak

Sebagai respons, asosiasi tersebut mengumumkan rencana aksi lima poin dan menyerukan pemerintah federal untuk segera mengambil langkah-langkah guna memperkuat posisi Jerman sebagai pusat transportasi udara.

Usulan yang diajukan antara lain pengurangan biaya layanan darat yang ditetapkan negara, percepatan prosedur administrasi melalui digitalisasi standar keselamatan penerbangan Uni Eropa, pemberlakuan jam kerja yang lebih fleksibel di pusat kargo udara, penerapan aturan bea cukai Uni Eropa secara merata, serta penyederhanaan proses pengumpulan PPN impor.

“Transportasi udara tumbuh lebih cepat secara global dibandingkan di pusat-pusat kargo Jerman,” bunyi pernyataan tersebut, yang memproyeksikan pertumbuhan kargo Jerman pada 2025 akan tetap stagnan di angka 1,2 persen.

Asosiasi itu juga menyoroti bahwa inefisiensi struktural dan keterlambatan regulasi semakin mengikis daya saing Jerman, dan menyerukan reformasi segera untuk mencegah hilangnya pangsa pasar lebih lanjut ke bandara-bandara pesaing.

SUMBER:AA