Indonesia tengah mengoordinasikan tawaran bantuan dari Malaysia dan Singapura untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, di tengah pengerahan puluhan ribu personel dan armada udara untuk memadamkan api.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman, Senin (19/10), mengatakan Malaysia telah menawarkan tiga helikopter beserta 52 personel untuk mendukung operasi pemadaman. Sementara itu, bantuan dari Singapura akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dudung menegaskan pemerintah menyambut baik dukungan negara tetangga, tetapi pelaksanaannya memerlukan persiapan teknis, termasuk penyediaan bahan bakar, logistik, dan kebutuhan operasional di lapangan.
Pemerintah ingin memastikan bantuan asing dapat melengkapi upaya penanganan yang sudah berjalan di dalam negeri.

Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir sebelumnya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui penerimaan tawaran bantuan dari negara-negara tetangga.
BNPB kini membahas mekanisme penyaluran dan pengerahan bantuan tersebut pada tingkat teknis.
Hingga 13 Oktober, sebanyak 60.177 personel yang terdiri atas petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, jajaran Kementerian Kehutanan, aparat kehutanan daerah, dan relawan telah dikerahkan untuk menangani karhutla. Operasi tersebut juga didukung 47 armada udara, termasuk helikopter dan pesawat untuk pengeboman air serta modifikasi cuaca.
Dalam pertemuan dengan Presiden pada Senin (19/10), Dudung juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran yang berulang setiap tahun. Menurut Dudung, Pemerintah mendorong penguatan upaya pencegahan agar penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman saat kebakaran terjadi.


















