Pemerintahan Trump mempertimbangkan untuk memindahkan pasukan AS menjauh dari beberapa sekutu NATO tertentu yang dianggap tidak membantu selama perang dengan Iran, demikian dilaporkan ABC News.
AS sedang mempertimbangkan rencana untuk mengurangi atau memindahkan kehadiran militernya di beberapa negara anggota NATO yang dinilai lambat atau enggan mendukung operasi-operasinya selama konflik bersenjata baru-baru ini dengan Iran, kata seorang pejabat pemerintahan AS, menurut laporan pada hari Kamis (9/4).
Pejabat itu mengatakan proposal tersebut akan melibatkan pemindahan pasukan Amerika dari negara-negara yang dipandang kurang mendukung ke negara-negara yang memberikan bantuan lebih besar selama konflik, tambah laporan itu. Belum jelas sejauh mana pembicaraan itu atau negara mana yang bisa terkena dampak jika rencana tersebut dilaksanakan.
Pertimbangan itu menyusul kritik dari pejabat senior AS mengenai pembatasan penggunaan pangkalan militer bersama di Eropa selama konflik. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mempertanyakan alasan mempertahankan penempatan pasukan di negara-negara sekutu jika akses operasional dibatasi.
Isu dukungan sekutu juga diangkat oleh Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, yang mengakui bahwa beberapa negara anggota awalnya lambat merespons, sebagian karena sifat perang yang tak terduga. Namun, ia menekankan bahwa sekutu Eropa pada akhirnya memainkan peranan penting dalam memungkinkan proyeksi kekuatan AS.
Rutte juga menegaskan nilai strategis NATO yang lebih luas, menggambarkan aliansi itu sebagai penting tidak hanya untuk keamanan Eropa tetapi juga untuk pertahanan AS.
"Dan NATO ada di sana, tentu saja, untuk melindungi orang-orang Eropa, tetapi juga untuk melindungi Amerika Serikat," katanya.
Trump berulang kali menyatakan frustrasinya terhadap respons NATO terhadap konflik dengan Iran. Dalam sebuah unggahan di Truth Social setelah bertemu Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada hari Rabu, ia menulis: "NATO tidak ada saat kami membutuhkan mereka, dan mereka tidak akan ada jika kami membutuhkan mereka lagi."
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt sebelumnya mengatakan Trump percaya NATO "telah diuji, dan mereka gagal" selama konflik. "Sangat menyedihkan bahwa NATO membelakangi rakyat Amerika selama enam minggu terakhir," katanya, "padahal yang telah membiayai pertahanan mereka adalah rakyat Amerika."









