Uni Eropa perluas kemitraan penelitian dengan perguruan tinggi Indonesia

Kesepakatan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang dicapai pada September 2025 turut membuka ruang lebih luas bagi kolaborasi penelitian antara perguruan tinggi Indonesia dan Eropa.

By
Uni Eropa sangat terbuka terhadap pengembangan riset bersama, khususnya dalam isu keberlanjutan. / Arsip Reuters

Uni Eropa mendorong akademisi dan peneliti Indonesia untuk memanfaatkan berbagai skema riset dan inovasi yang ditawarkan lembaga pendidikan tinggi di kawasan Eropa. Ajakan tersebut disampaikan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, saat membuka seminar bertajuk European Union and Partner University Network di Jakarta, pada Selasa.

Dalam sambutannya, Chaibi menegaskan bahwa Uni Eropa menyediakan program penelitian berskala internasional yang dapat diakses oleh perguruan tinggi dari berbagai negara. Salah satunya adalah Horizon Plus, yang terbuka bagi universitas di seluruh dunia yang ingin terlibat dalam proyek riset lintas negara.

“Uni Eropa memiliki program Horizon Plus yang memungkinkan universitas mana pun untuk berpartisipasi. Kami ingin melihat keterlibatan Indonesia yang lebih besar karena negara ini memiliki keahlian khas di berbagai bidang yang relevan dengan tantangan global,” kata Chaibi dikutip kantor berita nasional RRI.

Ia menambahkan bahwa Uni Eropa sangat terbuka terhadap pengembangan riset bersama, khususnya dalam isu keberlanjutan. Menurutnya, kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui pengajuan proposal penelitian kolaboratif antara universitas Indonesia dan mitra Eropa.

“Indonesia memiliki potensi besar, mulai dari energi panas bumi hingga tenaga surya. Kami ingin membangun kemitraan akademik antara universitas Indonesia dan Eropa, dan kuncinya adalah proposal riset yang disusun bersama,” ujarnya.

Indonesia sebagai mitra yang sangat potensial dalam pengembangan penelitian, didukung oleh sumber daya alam yang melimpah serta kualitas sumber daya manusia yang terus berkembang. Chaibi menyoroti karakter SDM Indonesia yang adaptif terhadap teknologi digital dan memiliki basis mahasiswa yang kuat.

Kesepakatan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang dicapai pada September 2025 turut membuka ruang lebih luas bagi kolaborasi penelitian antara perguruan tinggi Indonesia dan Eropa.