Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz kini "ditutup bagi seluruh kapal" menyusul serangan baru yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Iran.
“Mulai berlaku segera, karena situasi keamanan di kawasan, Selat Hormuz dinyatakan ditutup bagi seluruh kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial,” tulis IRGC melalui kanal Telegram resminya pada Kamis dini hari.
“Setiap kapal yang mencoba melintasi selat tersebut akan menjadi sasaran.”
Jalur perairan vital itu telah mengalami gangguan selama berbulan-bulan akibat perang yang berlangsung. Berdasarkan data keuangan dari JPMorgan, lalu lintas kapal yang terlihat melintas di kawasan tersebut diperkirakan hanya sekitar 15 persen dibandingkan tingkat sebelum perang.
Sejak konflik dimulai, Iran berulang kali mengancam akan menyerang setiap kapal yang melintas di kawasan tersebut tanpa izin resmi dari IRGC.
Bulan lalu, pasukan elite tersebut bahkan menerapkan aturan dan protokol baru yang ketat bagi kapal dagang internasional yang ingin melewati jalur laut strategis tersebut.
Blokade total
Pengumuman dramatis mengenai blokade total oleh IRGC muncul setelah kelompok itu menuduh adanya “agresi Amerika” yang terus berlanjut serta serangan terbaru AS di sejumlah wilayah di Provinsi Hormozgan, Iran selatan.
IRGC juga menolak klaim Amerika Serikat yang menyebut jalur pelayaran bagi kapal dagang di perairan tersebut masih aman untuk dilalui.
Perkembangan ini terjadi setelah media-media Iran melaporkan adanya ledakan besar, aktivitas pertahanan udara yang intens, serta serangan udara mendadak di sejumlah wilayah selatan Iran, termasuk Bandar Abbas, Minab, Jask, Qeshm, dan Sirik.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukan AS telah melancarkan serangan tambahan terhadap sejumlah target militer di wilayah Iran.











