China desak pembicaraan AS-Rusia setelah perjanjian kontrol senjata nuklir berakhir
Beijing memperingatkan bahwa berakhirnya perjanjian senjata nuklir AS-Rusia yang terakhir mengikat berisiko melemahkan stabilitas strategis global dan menyerukan Washington untuk memulai kembali dialog dengan Moskow.
China menyatakan “penyesalan” atas berakhirnya perjanjian kontrol senjata nuklir New START dan menyerukan kepada AS untuk “secara aktif” terlibat dengan Rusia guna menjaga stabilitas strategis global.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian mengatakan pada hari Kamis bahwa perjanjian itu memainkan peran krusial dalam menjaga kerangka kerja pelucutan senjata nuklir internasional dan memperingatkan bahwa berakhirnya perjanjian itu dapat “secara negatif” memengaruhi tatanan nuklir global.
“China menganggap berakhirnya Perjanjian New START antara AS dan Rusia sebagai sesuatu yang disayangkan,” kata Lin kepada wartawan di Beijing.
Ia menambahkan bahwa perjanjian itu “sangat penting” untuk mempertahankan stabilitas strategis global.
Menanggapi kekhawatiran tentang senjata nuklir, Lin mengatakan China tetap “sangat berhati-hati dan bertanggung jawab”, dengan menganut strategi nuklir defensif.
Ia menegaskan kembali kebijakan panjang Beijing untuk tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu dan janjinya yang tidak bersyarat untuk tidak menggunakan atau mengancam akan menggunakan senjata nuklir terhadap negara-negara yang tidak memiliki senjata nuklir atau zona yang bebas dari senjata nuklir.
Pernyataan itu muncul ketika Rusia mengusulkan agar kedua pihak, Moskow dan Washington, terus mematuhi batasan-batasan utama perjanjian tersebut bahkan setelah kedaluwarsa.
Beijing mendorong Washington untuk menanggapi usulan itu secara positif dan melanjutkan dialog dengan Rusia mengenai stabilitas strategis.
Perjanjian New START, yang berakhir pada Kamis pagi, merupakan satu-satunya perjanjian yang masih mengikat secara hukum yang membatasi kekuatan nuklir strategis AS dan Rusia. Berakhirnya perjanjian ini memicu kekhawatiran akan era baru kompetisi nuklir yang tidak diatur.
Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (New START) ditandatangani pada 8 April 2010 di Praha oleh AS dan Rusia dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
Perjanjian ini menggantikan perjanjian START I 1991, yang berakhir pada Desember 2009, dan menggantikan Strategic Offensive Reductions Treaty 2002 yang dihentikan ketika New START mulai berlaku, menurut Arms Control Association yang berbasis di AS.