BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Kerja sama pertahanan RI–Prancis menguat, pengiriman Rafale berlanjut tahun ini
Hubungan pertahanan Indonesia dan Prancis kian erat seiring rencana kedatangan tambahan jet tempur Rafale pada pertengahan 2026.
Kerja sama pertahanan RI–Prancis menguat, pengiriman Rafale berlanjut tahun ini
Indonesia sebelumnya telah memesan 42 unit jet tempur Rafale produksi Dassault Aviation senilai Rp120 triliun. / Reuters

Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Prancis terus menunjukkan penguatan, terutama menjelang pengiriman lanjutan pesawat tempur Rafale ke Tanah Air pada tahun ini.

Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, menyebut kolaborasi kedua negara berjalan positif, baik antara pemerintah maupun industri pertahanan masing-masing.

“Kami terus mengembangkan kerja sama pertahanan bersama pemerintah Indonesia dan industri terkait. Sejauh ini berjalan baik,” ujar Penone di Jakarta.

Indonesia sebelumnya telah memesan 42 unit jet tempur Rafale produksi Dassault Aviation dengan nilai kontrak sekitar 8,1 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp120 triliun. Pada akhir Januari 2026, tiga unit pertama telah tiba di Provinsi Riau.

Pengiriman lanjutan dan perluasan kerja sama

Pemerintah Indonesia menargetkan pengiriman berikutnya berlangsung pada pertengahan 2026. Meski demikian, jumlah unit yang akan datang belum diumumkan secara rinci dan masih bergantung pada kesiapan teknis.

Selain memperkuat sektor pertahanan, Prancis juga membuka peluang kerja sama di bidang lain seperti budaya dan olahraga. Penone menilai partisipasi pasukan Indonesia dalam parade Bastille Day tahun lalu turut meningkatkan visibilitas Indonesia di mata publik Prancis.

Di sisi lain, penguatan alutsista menjadi salah satu fokus pemerintah Indonesia. Selain Rafale, Indonesia juga mengonfirmasi pembelian sistem rudal BrahMos dari India.

Kesepakatan strategis di bidang pertahanan antara kedua negara sebelumnya juga diteken saat kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Jakarta pada Mei 2025. Perjanjian tersebut mencakup peluang tambahan pengadaan Rafale serta kerja sama perlindungan informasi rahasia terkait pertahanan.

Pemerintah Indonesia sendiri mengalokasikan anggaran pertahanan sekitar Rp337 triliun pada 2026, sebagai bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia menerima 3 pesawat tempur Rafale buatan Prancis
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Bank Indonesia: Utang luar negeri Indonesia capai $454,8 miliar pada Juli 2026
Indonesia dan India perkuat kerja sama telekomunikasi hingga teknologi 6G
Grab akuisisi saham mayoritas Atome Financial senilai Rp26,36 triliun
Indonesia bangun pusat bioetanol di Lampung, target produksi komersial 60 ribu kiloliter
Indonesia dan Bulgaria perkuat kerja sama perdagangan dan investasi
Indonesia jajaki PTA dengan Mercosur demi rintis jalan menuju CEPA
Pasar stabil meski pergantian mendadak Menkeu, Suahasil tegaskan jaga kredibilitas APBN
AS resmi tetapkan bea masuk tinggi untuk impor panel surya dari Indonesia
Indonesia dan China percepat kerja sama energi baru, ekspansi dari PLTS hingga manufaktur
Indonesia dan AS dorong kerja sama ekonomi kreatif jelang WCCE 2026
Kadin buka peluang investasi Swedia di Indonesia, soroti IEU-CEPA dan OECD
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak, ICP Indonesia jadi $89,43 per barel
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun
Indonesia dan Australia mulai evaluasi total perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA
Pemerintah perluas inklusi keuangan melalui penyediaan rekening bagi masyarakat
Kemenkeu pastikan siap tanggung utang Kereta Cepat Whoosh tanpa investor luar
Cadangan devisa naik $146,5 miliar pada Agustus 2026, BI: Ketahanan eksternal tetap solid