Pesawat Smart Air jatuh di perairan Nabire, seluruh penumpang selamat

Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa badan pesawat saat ini sedang dievakuasi dan ditarik ke daratan. Penyelidikan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti gangguan teknis yang dialami pesawat.

By
Pesawat maskapai Smart Air jenis Caravan PK-SNS jatuh di perairan laut dekat Bandara Douw Aturure, Nabire, Papua Tengah. / Dok. Polda Papua Tengah

Sebuah pesawat kecil milik maskapai Smart Air mengalami insiden setelah jatuh ke perairan pesisir Nabire, Papua Tengah, pada Selasa. Otoritas memastikan seluruh penumpang dan awak pesawat berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Pesawat jenis Caravan bermesin tunggal dengan nomor registrasi PK-SNS tersebut tengah menjalani penerbangan perintis bersubsidi dari Nabire menuju Kaimana, Papua Barat. Insiden terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas dari Bandara Douw Aturure, sekitar pukul 13.01 waktu setempat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, mengatakan laporan awal menunjukkan adanya gangguan pada mesin pesawat. Setelah mengalami penurunan daya dorong, pilot memutuskan untuk kembali ke bandara asal. Namun, kondisi tidak memungkinkan sehingga pilot memilih melakukan pendaratan darurat di ujung runway 17, yang berakhir di perairan sekitar pantai.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus berkoordinasi secara intensif dengan operator penerbangan, TNI, Polri, serta pengelola Bandara Douw Aturure Nabire guna memastikan penanganan berlangsung aman dan terkendali,” ujar Lukman di Jakarta.

Proses evakuasi

Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu membenarkan insiden tersebut. Ia menyampaikan bahwa pesawat jatuh di kawasan Logpond Kaladiri, Pantai Nabire Barat. Menurutnya, seluruh 13 penumpang dan dua awak pesawat tidak mengalami luka serius dan telah dibawa ke terminal bandara.

“Seluruh penumpang dan kru dilaporkan selamat,” kata Samuel kepada Antara.

Kementerian Perhubungan juga menyebutkan bahwa badan pesawat saat ini sedang dievakuasi dan ditarik ke daratan. Penyelidikan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti gangguan teknis yang dialami pesawat.

Peristiwa ini terjadi di tengah perhatian publik terhadap keselamatan penerbangan nasional, menyusul kecelakaan fatal pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di Sulawesi Selatan pada 17 Januari lalu, yang menewaskan seluruh penumpang dan awak di dalamnya.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak berspekulasi terkait penyebab insiden untuk menghindari informasi yang tidak sesuai.