ASIA
3 menit membaca
Kirim ratusan tenaga ahli, Indonesia dan Jepang perkuat kerja sama SDM perkeretaapian
Kementerian Perhubungan RI dan Japan Railway Technical Service resmi menandatangani kerja sama pengembangan SDM guna membuka peluang karier lulusan perkeretaapian nasional di industri transportasi Jepang.
Kirim ratusan tenaga ahli, Indonesia dan Jepang perkuat kerja sama SDM perkeretaapian
Kerja sama mencakup penyediaan pelatihan dan beasiswa bahasa Jepang serta pertukaran informasi tenaga kerja. Foto: Kemenlu

Sektor transportasi massal tanah air bersiap mencatatkan pencapaian baru di panggung internasional. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan RI resmi menjalin kemitraan strategis dengan Japan Railway Technical Service (JARTS) untuk menempatkan tenaga kerja ahli asal Indonesia di industri perkeretaapian Jepang.

Kesepakatan ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta pada Selasa (9/6). Pada momentum yang sama, JARTS juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan tiga institusi pendidikan tinggi nasional, yakni Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, PTDI–STTD Bekasi, dan ITL Trisakti.

Kolaborasi ini difokuskan pada penyelenggaraan pelatihan bahasa Jepang serta persiapan program Specified Skilled Worker (SSW) atau Pekerja Keterampilan Spesifik di bidang perkeretaapian.

Rapor hijau kelulusan tenaga kerja lokal

Kerja sama intensif ini terbukti membuahkan hasil nyata. Pada program percontohan yang digelar tahun 2025 lalu, sebanyak 23 dari 24 peserta yang lulus kini telah resmi bekerja di berbagai perusahaan perkeretaapian di wilayah Jepang Timur.

Tren positif ini melonjak signifikan pada tahun 2026. Dari 113 peserta yang mengikuti program persiapan, sebanyak 98 orang atau sekitar 87 persen di antaranya berhasil melenggang lewat ujian SSW. Mereka dijadwalkan mulai bertolak dan bekerja di 47 perusahaan perkeretaapian Jepang pada musim panas 2026.

Sebagai langkah keberlanjutan, JARTS juga telah menyiapkan program pelatihan bahasa intensif bagi 35 hingga 40 mahasiswa tingkat akhir dan lulusan dari ketiga kampus mitra mulai musim gugur 2026.

Perluas ekspansi ke sektor logistik dan perikanan

Rangkaian kerja sama bilateral ini digerakkan oleh delegasi Jepang bersama Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (MLIT) serta JR East Personal Service (JEPS) dengan difasilitasi oleh KBRI Tokyo.

Duta Besar RI untuk Jepang, Dr. Nurmala Kartini Sjahrir, menegaskan bahwa peluang bagi talenta muda Indonesia untuk berkarier di luar negeri kini kian terbuka lebar, tidak hanya terbatas pada sektor rel saja.

"Melalui kesepakatan konkret ini, terbuka peluang yang lebih besar bagi taruna, mahasiswa, dan lulusan Indonesia untuk berkarier di Jepang melalui jalur SSW pada bidang perkeretaapian, transportasi darat, logistik, serta perikanan," ungkap Dubes Kartini.

Hingga pertengahan tahun ini, tercatat 20 lulusan Indonesia telah aktif bekerja sebagai pengemudi bus di berbagai operator besar seperti Tokyo Bus dan Osaka Bus. Selain itu, 15 lulusan bekerja di sektor logistik sebagai pengemudi truk, sementara 99 calon pekerja lainnya tengah menjalani persiapan akhir sebelum keberangkatan.

Tak berhenti di situ, sektor logistik juga diperkuat lewat penandatanganan Memorandum of Cooperation (MOC) antara raksasa logistik SBS Group Jepang dengan STTD Bekasi pada pertengahan Juni. Sementara di sektor bahari, KBRI Tokyo turut memfasilitasi penjajakan kebutuhan tenaga kerja perikanan antara delegasi Prefektur Miyazaki dengan Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan (Pusdik KP) RI.

Langkah masif ini diharapkan mampu mencetak SDM transportasi nasional yang kompeten, berdaya saing tinggi, dan mampu menyerap standar teknologi maju dari Negeri Sakura.

SUMBER:TRT Indonesia