Indonesia berupaya memperdalam kerja sama dengan Azerbaijan di bidang pengembangan tenaga kerja dan sumber daya manusia guna memperkuat daya saing tenaga kerja serta ketahanan ekonomi jangka panjang kedua negara.
Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, mengatakan pengembangan SDM kini menjadi salah satu pilar penting dalam hubungan bilateral Indonesia dan Azerbaijan. Pernyataan itu disampaikan saat perayaan Hari Kemerdekaan ke-108 Azerbaijan di Jakarta, Kamis (21/5).
Menurut Yassierli, kedua negara memiliki potensi besar untuk memperluas kolaborasi yang menghubungkan pasar, kawasan, dan masyarakat, dengan sektor ketenagakerjaan menjadi bagian strategis dalam kerja sama tersebut.
Ia menjelaskan, nota kesepahaman yang telah disepakati kedua pemerintah menjadi landasan konkret untuk memperkuat kolaborasi di bidang yang berkaitan dengan masa depan dunia kerja dan transformasi ekonomi berkelanjutan.
Kerja sama itu mencakup pengembangan sistem jaminan sosial, pendidikan dan pelatihan vokasi, peningkatan keterampilan tenaga kerja, penguatan pasar kerja, hingga perlindungan sosial bagi pekerja migran Indonesia.
“Prioritas ini penting untuk mempersiapkan tenaga kerja yang tangguh, adaptif, dan mampu bersaing secara global,” kata Yassierli, dikutip dari Antara.
Ia menambahkan, penguatan kerja sama tersebut tidak hanya mendukung peningkatan kapasitas institusi dan kesiapan tenaga kerja, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kedua negara.
Yassierli juga menyoroti komitmen bersama Indonesia dan Azerbaijan untuk memperkuat kolaborasi antarnegara berkembang di tengah tantangan global saat ini.
Sementara itu, Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia, Ramil Abil oglu Rzayev, menegaskan pentingnya memperluas hubungan bilateral di berbagai sektor, termasuk ekonomi, investasi, transformasi digital, dan pariwisata.
“Kami ingin menegaskan kembali kesiapan Azerbaijan untuk bekerja lebih erat dengan Indonesia,” ujar Rzayev.








