TÜRKİYE
3 menit membaca
Türkiye bertekad tetap berada di luar “lingkaran api”: Erdogan
Erdogan memperingatkan bahwa gangguan terhadap pengiriman di selat tersebut telah memicu gejolak serius dalam perekonomian global.
Türkiye bertekad tetap berada di luar “lingkaran api”: Erdogan
Presiden Recep Tayyip Erdogan menggelar konferensi pers menyusul Rapat Kabinet di Kompleks Kepresidenan di Ankara, Türkiye pada 24 Maret 2026. / AA
2 jam yang lalu

Presiden Türkiye, Recep Tayyip Erdogan, menegaskan bahwa Türkiye bertekad menjaga negaranya tetap berada “di luar lingkaran api” yang muncul akibat meningkatnya konfrontasi antara Israel dan Iran. Ia memperingatkan bahwa konflik tersebut berisiko berkembang menjadi perang berkepanjangan yang menguras kekuatan di kawasan.

Berbicara usai rapat kabinet di Ankara, Erdogan mengatakan Türkiye tengah mengelola situasi dengan hati-hati melalui pendekatan yang terukur dan penuh kehati-hatian, yang ia sebut sebagai berlandaskan “kebijaksanaan negara”.

“Kami bertekad untuk menjaga negara kami tetap berada di luar lingkaran api,” kata Erdogan, seraya menegaskan bahwa Ankara tidak ingin perang tersebut berkembang menjadi konflik yang lebih luas antarnegara di kawasan.

Ia menambahkan bahwa Türkiye menjadi salah satu negara yang mampu membaca dinamika krisis dengan tepat dan bertindak secara bertanggung jawab di tengah kondisi geopolitik yang tidak stabil.

“Türkiye termasuk di antara negara terdepan yang dipuji karena mampu membaca proses yang telah memenuhi kawasan kami dengan bau darah dan mesiu,” ujarnya.

Erdogan juga menekankan bahwa Ankara tidak akan terjebak dalam apa yang ia sebut sebagai upaya untuk menyeret negara itu ke dalam konflik.

“Kami tidak akan jatuh ke dalam jebakan yang ingin menyeret kami,” katanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah menangani situasi secara hati-hati dan tenang, sambil tetap menjunjung prinsip hubungan bertetangga dan solidaritas kawasan.

Presiden Türkiye itu turut melontarkan kritik tajam terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan menuduh kepemimpinan Israel memicu ketidakstabilan dan merusak perdamaian regional.

“Jaringan pembantaian yang dipimpin Netanyahu harus segera dihentikan demi perdamaian kawasan dan kemanusiaan,” kata Erdogan, sembari menyerukan negara-negara di dunia untuk mengambil sikap berani dan proaktif.

Ia memperingatkan bahwa meskipun perang tersebut pada dasarnya adalah konflik Israel, dampaknya telah dirasakan secara global.

“25 hari terakhir menunjukkan bahwa meskipun ini adalah perang Israel, harga yang harus dibayar ditanggung oleh seluruh dunia,” ujar Erdogan. “Ini adalah perang Netanyahu untuk bertahan secara politik, tetapi bebannya ditanggung oleh delapan miliar manusia.”

Erdogan juga menyoroti pentingnya strategis Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital perdagangan energi dunia dengan sekitar 20 persen pasokan minyak global melintas di sana.

Ia memperingatkan bahwa gangguan terhadap pengiriman di selat tersebut telah memicu gejolak serius dalam perekonomian global.

“Penutupan Selat Hormuz yang strategis, tempat 20 persen perdagangan energi global melintas, telah menyebabkan gejolak serius dalam ekonomi global,” katanya.

Erdogan menyerukan penghentian segera terhadap perang yang ia sebut tidak sah tersebut sebelum menimbulkan kerusakan yang tak dapat dipulihkan pada sistem ekonomi global.

“Perang ini harus segera diakhiri sebelum kerusakan terjadi pada ekonomi global yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diperbaiki,” ujarnya, sambil mendorong pembukaan kembali jalur dialog dan dimulainya negosiasi yang bermakna.

Ia juga memperingatkan agar sikap Israel tidak menghambat upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis.

“Sikap Israel yang tidak kompromistis, maksimalis, dan radikal tidak boleh dibiarkan menggagalkan solusi diplomatik,” katanya.

Meski ketegangan terus meningkat, Erdogan menegaskan Türkiye akan terus berupaya mendorong perdamaian dan stabilitas dengan menggunakan seluruh instrumen diplomatik dan politik yang tersedia.

“Türkiye akan terus bekerja dengan seluruh kekuatan dan sarana yang dimilikinya untuk mewujudkan perdamaian, keadilan, dan stabilitas,” ujarnya.

Presiden Türkiye itu juga menyinggung dampak ekonomi dari krisis, khususnya lonjakan tajam harga minyak.

Ia mengatakan pemerintah tengah menerapkan berbagai langkah untuk melindungi warga Türkiye dari guncangan ekonomi global akibat konflik tersebut.

“Untuk melindungi warga kami dari proses ini yang berdampak negatif bagi dunia, kami mengaktifkan langkah-langkah seperti mekanisme penyeimbangan bahan bakar,” katanya, merujuk pada kebijakan untuk membatasi dampak kenaikan harga energi di dalam negeri.

Erdogan menambahkan bahwa perekonomian Türkiye saat ini cukup tangguh untuk menghadapi guncangan eksternal.

“Dalam menghadapi guncangan tak terduga seperti ini, ambang ketahanan ekonomi Türkiye kini berada pada tingkat tertinggi sepanjang sejarah,” ujarnya.

“Tidak perlu ada keraguan mengenai hal itu.”

SUMBER:TRT World & Agencies