ASIA
2 menit membaca
Indonesia-Korea Selatan perkuat kemitraan berkelanjutan antisipasi kebakaran hutan dan lahan
Kementerian Kehutanan mengatakan kerjasama ini penting untuk mendorong pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pemanfaatan teknologi dalam rangka memperkuat kapasitas pengendalian karhutla secara lebih efektif dan terpadu.
Indonesia-Korea Selatan perkuat kemitraan berkelanjutan antisipasi kebakaran hutan dan lahan
Petugas pemadam kebakaran memadamkan kebakaran hutan di Payung Sekaki, Provinsi Riau, pada 6 Agustus 2019. / Arsip AP

Indonesia dan Korea Selatan memperdalam kemitraan di sektor kehutanan melalui penguatan sistem pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kolaborasi tersebut diwujudkan lewat pengembangan Forest and Land Fire Management Center di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, yang juga akan dilengkapi fasilitas pendukung bagi personel lapangan.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, Thomas Nifinluri, menyatakan pusat tersebut akan diperkuat dengan pembangunan Asrama Manggala Agni sebagai bagian dari infrastruktur operasional. 

Menurut dia, penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor dan lintas negara.

“Upaya pengendalian karhutla tidak dapat dilakukan secara mandiri, melainkan memerlukan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan tidak hanya dalam negeri tetapi juga antar-negara. Kerja sama ini penting untuk mendorong pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pemanfaatan teknologi dalam rangka memperkuat kapasitas pengendalian karhutla secara lebih efektif dan terpadu,” ujar Thomas, seperti dikutip Antara.

TerkaitTRT Indonesia - BMKG peringatkan risiko Karhutla seiring menguatnya potensi El Nino hingga 80 persen

Kerja sama ini penting untuk mendorong pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pemanfaatan teknologi dalam rangka memperkuat kapasitas pengendalian karhutla secara lebih efektif dan terpadu,

Ia menjelaskan proyek ini merupakan bagian dari kesepakatan bilateral yang mencakup pembangunan pusat komando dan pelatihan, peningkatan kapasitas personel Manggala Agni, penyediaan sarana dan prasarana, hingga pengembangan sistem teknologi informasi dan komunikasi untuk deteksi dini kebakaran.

Peletakan batu pertama pembangunan asrama tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi pada 22 April, menandai dimulainya tahap implementasi fisik dari kerja sama kedua negara.

Langkah ini dinilai semakin mendesak seiring proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi kemunculan fenomena El Nino lebih awal pada paruh kedua tahun ini. Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan suhu global dan memperbesar risiko kebakaran hutan yang lebih luas, lebih sering, serta semakin sulit dikendalikan.

Dalam konteks itu, pemerintah menilai penguatan kesiapsiagaan dan strategi pengendalian yang adaptif menjadi kebutuhan utama. Dukungan dari Korea Forest Service diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi Indonesia, tetapi juga berkontribusi bagi kawasan ASEAN dan upaya global dalam mitigasi kebakaran hutan.

Sementara itu, Konselor Kedutaan Besar Republik Korea, Ha Kyung Soo, menekankan bahwa pembangunan asrama merupakan bagian penting dalam memperkuat kapasitas operasional di lapangan. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari proyek kerja sama “Development of Forest and Land Fire Management System in South Sumatera”.

“Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung efektifitas pelatihan, koordinasi, dan operasional pengendalian kebakaran hutan dan lahan secara terpadu dan berkelanjutan,” ujar Ha, dikutip Antara.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia terima dua jet T-50i dari Korea Selatan perkuat armada TNI AU
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Indonesia pimpin pusat komando ASEAN lawan polusi asap lintas batas
TNI AU dan RSAF pererat kemitraan strategis, fokus pada latihan tempur dan bantuan kemanusiaan
Indonesia pimpin kolaborasi data keselamatan penerbangan Asia Pasifik di Bali
Kamboja tuntut permintaan maaf dari Wall Street Journal atas sorotan judul 'Scambodia'
Indonesia kaji proposal akses udara AS, Menlu Sugiono: kedaulatan tetap jadi prioritas
Menkeu Purbaya soroti potensi Selat Malaka, usulkan kaji rencana pungutan pajak kapal
Uji jalan biodiesel B50 rampung Mei, pemerintah RI siapkan tahap pemeriksaan mesin
Kunjungi Laos, Wamenlu Anis bahas penguatan diplomasi dan kerja sama lintas sektor
Indonesia dorong Asia-Pasifik jadi 'kompas' global, serukan pembangunan Beyond 2030
Kebakaran di Filipina hancurkan puluhan rumah, ratusan warga mengungsi
BI diperkirakan tahan suku bunga, tekanan inflasi dan Rupiah meningkat
Pengungsi Rohingya nekat tempuh jalur laut di tengah krisis pangan dan bantuan yang menipis
Jepang setujui ekspor senjata mematikan, Indonesia masuk daftar calon pembeli
Menteri ESDM Bahlil umumkan temuan cadangan gas raksasa di Kalimantan Timur
Tentara Filipina sebut mereka membunuh 19 orang terduga pemberontak anti-pemerintah
Kebakaran besar meluluhlantakkan 1.000 rumah di kampung terapung Malaysia, ribuan orang terlantar
Gunung Dukono kembali meletus, kolom abu vulkanik capai 1,4 kilometer
Pastikan ketahanan pangan, Presiden Prabowo lakukan inspeksi mendadak di gudang Bulog Magelang
Komnas HAM selidiki kematian 12 warga sipil dalam operasi militer di Papua
Hujan deras picu banjir melebihi satu meter di Jakarta Timur