Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggelar lokakarya pengawasan pascaperedaran (post-market) obat tradisional dan suplemen kesehatan. Agenda ini bertujuan untuk menjamin keamanan produk herbal di pasaran sekaligus menggali potensi ekonomi kekayaan hayati Indonesia.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan bahwa Indonesia memiliki keunggulan keanekaragaman hayati yang sangat melimpah, salah satunya warisan budaya jamu yang telah diakui oleh UNESCO. Saat ini, terdapat sekitar 27 ribu nomor izin edar produk berbasis bahan alam di Indonesia, dari total potensi 31 ribu jenis tumbuhan yang dapat dikembangkan.
Taruna mengungkapkan, nilai pasar obat tradisional secara global diperkirakan mencapai 606 miliar dolar AS. Indonesia sendiri sejatinya memiliki potensi pasar yang sangat masif, namun pemanfaatannya saat ini dinilai belum optimal.
"Berdasarkan perhitungan yang kami lakukan, nilai ekonominya cukup besar, sekitar 20 miliar dolar AS atau setara Rp340 triliun. Namun, data yang kita miliki sejauh ini nilai riilnya di Indonesia baru mendekati Rp6 triliun," ujar Taruna dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/11).
Di sisi lain, Taruna menggarisbawahi tantangan utama dalam mengembangkan potensi ini, yakni maraknya produk obat tradisional ilegal yang dicampuri Bahan Kimia Obat (BKO). Praktik berbahaya tersebut dapat memicu risiko gangguan kesehatan fatal bagi konsumen hingga berujung pada kematian.
"Ada peluang dan manfaat yang sangat besar, tetapi harus diawasi dengan ketat. Di situlah tugas Badan POM untuk memastikan semuanya aman," tegasnya.
Lokakarya yang didukung oleh WHO ini diikuti oleh para petugas BPOM dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, National Professional Officer for Essential Drugs and Medicines WHO Indonesia, Liyana Rakinaturia, menyatakan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas regulasi BPOM agar sejalan dengan standar panduan global, khususnya dalam sistem pengawasan pascaperedaran obat tradisional.






















