Jurnalis Palestina terbakar hidup-hidup akibat serangan Israel di Khan Younis
Jurnalis tersebut dilaporkan bernama Ahmed Mansour, seorang reporter untuk Palestine Today yang terbakar akibat serangan Israel.
Israel telah menyerang area di dekat Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza selatan yang terkepung, menyebabkan korban jiwa, termasuk seorang jurnalis Palestina yang terbakar hidup-hidup setelah Tel Aviv menargetkan tenda jurnalis di dekat rumah sakit tersebut.
Dalam rekaman mengerikan yang beredar di internet pada hari Minggu, terlihat jurnalis tersebut dilalap api ketika warga Palestina dan petugas penyelamat berusaha keras untuk memadamkannya.
Laporan menyebutkan bahwa jurnalis tersebut adalah Ahmed Mansour, seorang ayah sekaligus jurnalis untuk Palestine Today.
"Rudal (Israel) membakar rekan kami Ahmed Mansour, dan dia masih berada di ruang perawatan intensif, menderita luka bakar parah akibat serangan terhadap tenda tempat dia duduk di kamp jurnalis di Rumah Sakit Nasser," kata Wael Abo Omar, seorang jurnalis Palestina di wilayah yang diblokade, di platform X.
Mahmoud Bassam, seorang jurnalis foto yang berbasis di Gaza, mengatakan bahwa Mansour "membutuhkan keajaiban" untuk pulih dari luka bakar parahnya.
Dilaporkan dua jurnalis lainnya tewas dalam serangan tersebut, dan beberapa lainnya terluka.
Serangan terhadap Jurnalis
Serangan brutal Israel ini adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan yang menargetkan jurnalis yang meliput genosida di wilayah yang diblokade tersebut.
Pada akhir Maret, Israel membunuh koresponden Al Jazeera, Hossam Shabat, dan reporter Palestine Today, Mohammed Mansour.
Sejak awal genosida di Gaza, Israel telah memblokir akses jurnalis asing sambil terus menargetkan jurnalis Palestina yang meliput pembantaian tersebut.
Tahun lalu, Shabat mengatakan bahwa masalahnya bukan kurangnya akses bagi jurnalis asing, tetapi kurangnya penghormatan terhadap jurnalis Palestina yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk meliput genosida.
Pembunuhan terbaru ini meningkatkan jumlah jurnalis yang tewas akibat serangan Israel menjadi lebih dari 210.
Pada akhir Maret, ketika ditanya apakah pembunuhan jurnalis dapat dianggap sebagai kejahatan perang, AS menolak memberikan jawaban langsung, dengan mengatakan bahwa Washington akan selalu mendukung kebutuhan Israel.