ASIA
2 menit membaca
Gunung Anak Krakatau erupsi enam kali, kolom abu capai 250 meter
Badan Geologi mengimbau masyarakat di sekitar Selat Sunda untuk tetap mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan tidak melakukan aktivitas di wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.
Gunung Anak Krakatau erupsi enam kali, kolom abu capai 250 meter
Gunung Anak Krakatau kini berstatus Level III atau Siaga. / Arsip Reuters

Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Lampung, mengalami enam kali erupsi berturut-turut pada Senin (24/8), dengan kolom abu vulkanik mencapai 250 meter di atas puncak.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat aktivitas tersebut berlangsung dari pukul 09.41 hingga 11.22 WIB. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal bergerak ke arah barat dan barat laut.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan erupsi pertama terjadi pukul 09.41 WIB, dengan kolom abu setinggi 250 meter, amplitudo maksimum 52 milimeter, dan durasi 1 menit 17 detik.

Letusan berikutnya tercatat dua menit kemudian, pada pukul 09.43 WIB, dengan ketinggian abu 250 meter, amplitudo 49 milimeter, dan berlangsung selama 25 detik. Erupsi ketiga terjadi pukul 10.11 WIB dengan kolom abu 200 meter dan amplitudo 53 milimeter.

Aktivitas berlanjut pada pukul 10.24 WIB dan 10.48 WIB, masing-masing menghasilkan kolom abu setinggi 250 meter. Erupsi keenam pada pukul 11.22 WIB menghasilkan kolom abu 200 meter di atas puncak atau 357 meter di atas permukaan laut, dengan amplitudo maksimum 51 milimeter selama 20 detik.

“Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,” kata Lana.

Badan Geologi mengimbau masyarakat di sekitar Selat Sunda untuk tetap mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan tidak melakukan aktivitas di wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

Gunung Anak Krakatau kini berstatus Level III atau Siaga. Badan Geologi meminta masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati gunung api tersebut atau melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

TerkaitTRT Indonesia - Gunung Ibu, Lewotobi Laki-Laki, dan Semeru erupsi beruntun pada Selasa malam


SUMBER:TRT Indonesia