Ribuan orang turun ke jalan di Siem Reap, Kamboja, pada Selasa, 24 Desember 2025, mengikuti aksi jalan kaki tanpa alas kaki sejauh 3,3 kilometer sebagai seruan damai di tengah konflik yang terus memanas antara Kamboja dan Thailand.
Aksi tersebut berlangsung bertepatan dengan dimulainya pembicaraan antara pejabat pertahanan kedua negara terkait peluang gencatan senjata.
Para peserta aksi memberikan penghormatan kepada tentara dan warga sipil yang tewas dalam konflik, yang sejauh ini telah merenggut lebih dari 96 nyawa di kedua sisi perbatasan serta memaksa ratusan ribu orang mengungsi dari rumah mereka.
Sementara aksi damai berlangsung di jalanan Siem Reap, perwakilan Kamboja dan Thailand menggelar pertemuan tingkat sekretariat Komite Perbatasan Umum Kamboja–Thailand (General Border Committee/GBC).
Rangkaian pembahasan tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat hari, dari 24 hingga 27 Desember, menyusul pertemuan khusus tingkat menteri ASEAN yang sebelumnya digelar di Malaysia.
Upaya diplomatik juga datang dari luar kawasan.
China dan Amerika Serikat, secara terpisah, disebut terus mendorong kedua negara Asia Tenggara itu untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata, di tengah kekhawatiran meningkatnya dampak kemanusiaan akibat konflik yang berkepanjangan.










