PERANG GAZA
2 menit membaca
Ratusan ribu anak-anak hilang tanpa kabar di Gaza
Hampir 400 ribu orang, setengahnya adalah anak-anak, hilang selama konflik, menurut seorang profesor Israel.
Ratusan ribu anak-anak hilang tanpa kabar di Gaza
Seorang anak Palestina memeriksa lokasi serangan Israel terhadap sebuah rumah. / Reuters / Reuters

Di Jalur Gaza sejak Oktober 2023, sebanyak 377 ribu orang dilaporkan hilang, dengan setengahnya adalah anak-anak, menurut laporan yang dipublikasikan melalui arsip penelitian Harvard Dataverse. Penulis penelitian, profesor asal Israel, Yaakov Garb, menyebutkan bahwa jumlah korban jiwa sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi dari angka resmi yang tercatat sebanyak 61 ribu.

Dengan menggunakan analisis data dan pemetaan spasial, Garb mengungkapkan penurunan drastis populasi Gaza akibat serangan terhadap warga sipil dan hambatan dalam pengiriman bantuan kemanusiaan. Berdasarkan perkiraan militer Israel, sekitar 1,85 juta orang masih berada di Gaza: satu juta di Kota Gaza, 500 ribu di Mawasi, dan 350 ribu di wilayah tengah. Sebelum perang, populasi Gaza tercatat sebanyak 2,227 juta jiwa, yang menunjukkan adanya 377 ribu orang yang hilang. Para analis memperkirakan banyak dari mereka kemungkinan telah meninggal dunia.

Profesor asal Israel tersebut juga mengkritik Gaza Humanitarian Fund (GHF), yang didukung oleh Amerika Serikat. Garb menyatakan bahwa struktur organisasi ini lebih tunduk pada strategi militer Israel daripada memenuhi kebutuhan kemanusiaan warga Palestina yang terdampak perang. Mayoritas penduduk Gaza tidak dapat mengakses pos bantuan GHF karena kontrol Israel atas koridor Netzarim dan lokasi pos-pos tersebut yang berada di "zona penyangga" di mana warga sipil dilarang masuk. Kurangnya infrastruktur, transportasi, dan jalur aman semakin memperburuk situasi.

Menurut Garb, pos-pos bantuan dirancang untuk pengawasan, bukan untuk memberikan dukungan. Pos-pos tersebut tidak memiliki fasilitas dasar seperti air, tempat berteduh, toilet, atau pusat medis, sehingga menciptakan kekacauan dan memicu kekerasan. Model distribusi bantuan (jatah untuk 5,5 orang selama 3,5 hari) memaksa warga untuk berulang kali mempertaruhkan nyawa mereka dengan melintasi zona militer.

Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi bahwa sejak akhir Mei, 450 orang tewas dan 3.500 lainnya terluka saat mencoba mendapatkan makanan di pusat-pusat bantuan GHF. Menurut laporan kementerian, sebagian besar kematian terjadi di sekitar atau dalam perjalanan menuju pos-pos bantuan yang didukung oleh Amerika Serikat.

SUMBER:TRT Russian
Jelajahi
Israel kembali membunuh 8 warga Palestina di Gaza, menyerang setiap hari meskipun ada gencatan
Pasukan Israel melindungi penduduk ilegal selama serangan terhadap Palestina: Penyelidikan PBB
Serangan Israel di Gaza tewaskan sedikitnya 10 warga Palestina, 29 terluka meski gencatan senjata
Mengapa negara-negara Eropa dan Asia mengabaikan genosida di Gaza demi memborong senjata Israel
Israel menyetujui insentif pajak untuk permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki
Mesin perang digital Israel dan bahaya propaganda yang salah sasaran
Federasi Palestina serukan tindakan internasional usai Israel menahan dua pemain timnas wanita
Mayoritas warga Indonesia dan 35 negara lain memiliki pandangan negatif terhadap Israel: survei
Israel, Netanyahu menghadapi opini publik global yang tidak menguntungkan
Indonesia kecam rencana Israel kuasai 70 persen Gaza
Surat suara dan peluru: Netanyahuisme adalah ideologi yang memicu perang tak berkesudahan Israel
Serangan Israel tewaskan sembilan orang di Gaza saat pelanggaran gencatan senjata terus berlanjut
8 negara termasuk Indonesia mengecam keras penggerebekan Israel di Masjid Al Aqsa
Rencana Netanyahu kuasai 70 persen Gaza bertentangan dengan proposal Trump, kata Rubio
Penghuni ilegal Israel serang 3 anak Palestina, membakar lahan pertanian di Tepi Barat yang diduduki
Umat Muslim rayakan Hari Raya Idul Adha di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki
Tanpa jasad, tanpa perpisahan: Orang-orang hilang di Gaza meninggalkan duka yang tak berujung
Mengapa RUU Otoritas Warisan Israel adalah langkah menuju aneksasi Tepi Barat dan Gaza yang diduduki
Jelang Idul Adha, pasukan Israel menyerbu Tepi Barat yang diduduki, memaksa penutupan toko-toko
Malaysia akan gugat Israel atas perlakuan buruk terhadap aktivis GSF di mahkamah internasional