DUNIA
2 menit membaca
Indonesia siap jadikan D-8 landasan ketahanan ekonomi negara Muslim
Indonesia ingin menjadikan D-8 sebagai wadah strategis dalam memperkuat posisi ekonomi negara-negara anggotanya di tengah situasi ekonomi dunia yang tidak stabil.
Indonesia siap jadikan D-8 landasan ketahanan ekonomi negara Muslim
Persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 yang dijadwalkan berlangsung pada 15 April 2026 di Jakarta akan selesai. / Arsip Reuters

Indonesia akan menggunakan perannya sebagai ketua Developing Eight (D-8) pada 2026 untuk memperkuat perekonomian negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim sekaligus meningkatkan ketahanan mereka menghadapi ketidakpastian global. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir di Jakarta, pada Senin.

Berbicara kepada Antara, Arrmanatha mengatakan bahwa Indonesia ingin menjadikan D-8 sebagai wadah strategis dalam memperkuat posisi ekonomi negara-negara anggotanya di tengah situasi ekonomi dunia yang tidak stabil.

“Melalui D-8, kami ingin memperkuat peran ekonomi negara-negara mayoritas Muslim agar lebih mampu bertahan menghadapi lingkungan ekonomi global yang bergejolak,” ujar Arrmanatha.

Ia menjelaskan, persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 yang dijadwalkan berlangsung pada 15 April 2026 di Jakarta hampir rampung. Pemerintah Indonesia telah mendorong para kepala negara anggota untuk hadir secara langsung, dan sejumlah pemimpin telah memberikan sinyal positif meski konfirmasi resmi masih ditunggu.

Undangan resmi kepada para pemimpin negara D-8 disebut telah dikirimkan sejak awal bulan ini. Menurut Arrmanatha, jawaban formal diperkirakan akan diterima dalam beberapa pekan ke depan, sementara komunikasi informal menunjukkan antusiasme tinggi dari berbagai pihak.

Selain pertemuan para pemimpin, Indonesia juga akan menggelar pertemuan tingkat menteri serta sesi khusus yang membahas isu Palestina. Sesi ini tidak hanya melibatkan negara-negara anggota D-8, tetapi juga akan dihadiri oleh lima negara tambahan dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

D-8 dibentuk pada 1997 sebagai forum kerja sama pembangunan bagi negara-negara berkembang. Anggotanya terdiri dari Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Türkiye. Pada 2025, Azerbaijan resmi bergabung sebagai anggota kesembilan kelompok tersebut.

TerkaitTRT Indonesia - RI dan Mesir matangkan rencana lawatan Presiden el-Sisi ke Jakarta
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Replika masjid dibakar di Irlandia Utara, polisi selidiki dugaan kejahatan kebencian
Rusia klaim tembak jatuh 376 drone Ukraina, serangan picu kebakaran di fasilitas minyak
Kemlu siapkan revitalisasi museum Konferensi Asia-Afrika, fokus pada digitalisasi arsip
20 negara dengan populasi terbesar di dunia
Mediator regional desak AS-Iran meredakan ketegangan dan hidupkan kembali pembicaraan nuklir
Kylian Mbappe cetak gol ke-8 di Piala Dunia, Prancis sukses mengalahkan Maroko 2-0
Indonesia dorong integrasi ekonomi halal D-8 saat KTT ditunda akibat ketegangan Timur Tengah
Menlu Sugiono tegaskan dukungan Indonesia atas multilateralisme di tengah fragmentasi global
Indonesia resmikan B50, konsumsi sawit naik dan warga mulai beralih ke biodiesel
Indonesia serukan deeskalasi di tengah eskalasi serangan AS–Iran di Selat Hormuz
Iran: 14 orang tewas dalam serangan AS di 5 provinsi, operasi kereta api Teheran-Mashhad dihentikan
Keberpihakan dan kontroversi: membayangi Piala Dunia FIFA 2026
TRT menyajikan liputan global untuk KTT NATO
Tanker Pertamina Pride lolos dari Selat Hormuz, bawa 2 juta barel minyak
Türkiye pamerkan kekuatan pertahanan di panel KTT NATO di Ankara
Jerman puji peran strategis Türkiye dalam menjaga stabilitas kawasan di KTT NATO Ankara
Ukir sejarah, atlet panjat tebing Indonesia Desak Rita rebut peringkat satu dunia
Indonesia gandeng Rusia perkuat kemitraan manufaktur di INNOPROM 2026
Trump sebut gencatan dengan Iran 'berakhir' usai serangan baru, tetapi negosiasi dapat berlanjut
Pemimpin NATO membuka hari terakhir KTT di Ankara berfokus pada Arktik, Iran, dan Ukraina