BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Menyusul Gamsunoro, kapal tanker Pertamina Pride kini bersiap keluar dari Selat Hormuz
Setelah sukses mengawal kapal tanker Gamsunoro keluar dari wilayah konflik, Pertamina kini tengah mengurus proses izin berlayar bagi kapal Pertamina Pride demi mengamankan pasokan minyak mentah ke Kilang Cilacap.
Menyusul Gamsunoro, kapal tanker Pertamina Pride kini bersiap keluar dari Selat Hormuz
Dua kapal milik Indonesia tengah dipersiapkan agar bisa melewati Selat Hormuz tersebut dengan aman. / Dok. Pertamina International Shipping

PT Pertamina (Persero) mengonfirmasi bahwa kapal tanker minyak raksasa (Very Large Crude Carrier/VLCC) milik mereka, Pertamina Pride, saat ini sedang dalam fase pengurusan izin berlayar (clearance) sebelum dapat melintasi dan keluar dari Selat Hormuz. Langkah ini menyusul keberhasilan kapal sejenis, Gamsunoro, yang telah lebih dulu keluar dari kawasan tersebut pada bulan lalu.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa proses clearance untuk Pertamina Pride saat ini masih berjalan terus. Mengingat situasi di kawasan Timur Tengah yang masih rentan—meskipun sudah ada kesepakatan gencatan senjata di antara pihak yang bertikai—kapal tersebut kemungkinan harus menunggu sedikit lebih lama jika tensi geopolitik kembali memanas.

"Proses clearance masih berlangsung untuk Pertamina Pride," ujar Baron di Jakarta, Kamis (2/7).

Minyak mentah yang diangkut oleh kapal Pertamina Pride ini sangat krusial bagi ketahanan energi nasional, karena ditujukan untuk memasok kilang minyak (refinery) Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah. Kapal akan langsung berlayar menuju Indonesia begitu berhasil keluar dari selat strategis tersebut.

Terkait keberhasilan lolosnya kapal Gamsunoro sebelumnya, Baron mengungkapkan bahwa hal itu merupakan buah dari koordinasi intensif antara Pertamina dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Berdasarkan data dari PT Pertamina International Shipping (PIS), kapal VLCC Gamsunoro tercatat telah bertolak dari Teluk Persia pada 24 Juni lalu pukul 01.06 waktu Dubai. Kapal tersebut tiba di mulut Selat Hormuz pada pukul 13.00 waktu setempat, dan berhasil keluar sekitar empat jam kemudian menuju titik aman untuk melanjutkan perjalanan ke tanah air.

Selama melintasi kawasan rawan tersebut, pergerakan kapal terus dipantau selama 24 jam penuh oleh PIS. Seluruh kru kapal juga melakukan koordinasi intensif dengan petugas pusat krisis (crisis center) di darat demi memastikan keselamatan mereka.

Pihak manajemen Pertamina menilai keberhasilan keluarnya kapal Gamsunoro dari Selat Hormuz menjadi bukti keberhasilan perusahaan dalam menjaga kelancaran operasional dan pasokan energi nasional, di tengah tingginya ketegangan geopolitik pada titik jalur energi (choke point) paling strategis di dunia tersebut.

TerkaitTRT Indonesia - Kapal tanker Gamsunoro Pertamina akhirnya berhasil melintasi Selat Hormuz
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Pemerintah pacu sektor ekonomi kreatif demi capai target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027
Permintaan global melonjak, Kemendag naikkan harga patokan ekspor emas paruh kedua Agustus 2026
KADI Indonesia selidiki dugaan dumping impor produk polimer penyerap dari China
Presiden Prabowo percepat transisi energi, PLN diminta hentikan PLTD 13 GW
Lirik potensi energi bersih Gorontalo, UEA siap tawarkan proyek Bendungan Bulango Ulu ke Masdar
Realisasi investasi RI capai Rp1.931 triliun, Prabowo optimistis ekonomi sentuh 6 persen
Prabowo dorong industri EV nasional, sebut produksi massal mobil listrik dimulai 2028
Produksi minyak mentah harian OPEC naik sebesar 1,66 juta barel pada bulan Juli
Kemenkeu lelang delapan seri sukuk negara demi penuhi target pembiayaan APBN
Wamendag: Indonesia catat ekspor F&B $6,25 miliar, tertinggi keempat di ASEAN
BPOM dan China perkuat kerja sama pengawasan obat hingga bahan baku farmasi
Pemerintah bidik pembiayaan UMKM naik Rp2.000 triliun untuk genjot produksi
Ekspor CPO Indonesia diproyeksikan turun akibat penerapan biodiesel B50
Tingkatkan keselamatan MRT Jabodetabek, PT MITJ adopsi teknologi presisi Jepang
BEI resmi luncurkan ETF emas fisik pertama untuk tingkatkan pendalaman pasar keuangan
Ekonomi tumbuh 5,29 persen, Bakom RI: Ekonomi Indonesia tetap solid dan semakin berkualitas
Kemendag dan Brasil bahas PTA Indonesia-Mercosur untuk perluas pasar ekspor
Transaksi QRIS capai 12,55 miliar pada semester I 2026, dekati target tahunan Bank Indonesia
Indonesia dorong investasi China dan Rusia untuk proyek kereta Trans Kalimantan
Bank Dunia kucurkan penjaminan 750 juta dolar AS untuk KUR Bank Mandiri