Panglima Tentara Nasional Indonesia Agus Subiyanto menjelaskan bahwa penetapan status siaga 1 di sejumlah satuan militer merupakan bagian dari pemeriksaan rutin kesiapan pasukan, khususnya unit yang tergabung dalam Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam (PRCPB).
Pernyataan tersebut disampaikan Agus kepada Antara di Istana Negara pada Selasa malam. Menurut Agus, setiap Komando Daerah Militer memiliki setidaknya satu batalion yang disiapkan untuk berada dalam kondisi siaga, terutama di wilayah yang rawan atau sedang menghadapi bencana alam.
“Saya sudah memberlakukan siaga 1 di satuan-satuan PRCPB atau Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam. Jadi tiap Kodam ada satu batalion untuk siaga 1, apalagi jika di wilayahnya ada bencana alam,” kata Agus dikutip Antara.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan langkah luar biasa, melainkan mekanisme standar dalam memastikan kesiapan prajurit dan peralatan militer.
Agus juga menjelaskan konvoi kendaraan taktis yang terlihat di kawasan Monumen Nasional atau Monas di Jakarta. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari simulasi mobilisasi pasukan untuk mengukur kecepatan pengerahan satuan dari berbagai wilayah menuju ibu kota.
Ia menambahkan bahwa status siaga tersebut tidak memiliki batas waktu yang pasti. Setelah proses pengecekan kesiapan personel dan peralatan selesai, unit yang terlibat akan kembali ke kondisi normal di kesatuan masing-masing.
Sementara itu, dalam keterangan resmi TNI disebutkan bahwa apel gelar kekuatan yang digelar di kawasan Monas pada Selasa bertujuan untuk memastikan kesiapan prajurit dan alat utama sistem persenjataan dalam menghadapi dinamika situasi keamanan nasional.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Agus dan diikuti oleh berbagai satuan dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, serta TNI Angkatan Udara.
Dalam kegiatan itu, Panglima TNI bersama para kepala staf angkatan melakukan pengecekan langsung terhadap personel, kendaraan taktis, serta perlengkapan pendukung operasi yang disiagakan.











