Indonesia jadi tuan rumah KTT D-8 2026, targetkan hasil nyata dan dorong kerja sama ekonomi

Pemerintah telah mengirimkan undangan resmi kepada para kepala negara anggota D-8 untuk KTT di Jakarta April mendatang. Namun, ia belum mengungkapkan siapa saja yang telah mengonfirmasi kehadiran.

By
ARSIP: Menlu RI Sugiono di Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 pada Rabu (14/01). /Foto: Kemlu

Indonesia menargetkan hasil nyata dari Konferensi Tingkat Tinggi Developing Eight (KTT D-8) yang akan digelar di Jakarta pada April 2026, dengan fokus utama pada penguatan kerja sama ekonomi antarnegara anggota.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan pemerintah tengah memfinalisasi substansi pertemuan agar KTT tersebut tidak berhenti pada komitmen politik semata. 

“Kita sedang menyusun substansinya. Intinya bagaimana KTT kali ini benar-benar konkret dan menghasilkan output yang nyata,” ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/02), dikutip dari Antara.

Ia menegaskan pertemuan tingkat tinggi negara-negara D-8 tahun depan diarahkan pada langkah-langkah praktis yang berdampak langsung bagi perekonomian anggota. Menurut Sugiono, potensi ekonomi tiap negara di dalam forum tersebut saling melengkapi. 

“Masing-masing punya kekuatan ekonomi sendiri. Kalau dipadukan, itu justru menjadi kekuatan besar,” katanya.

Mengangkat isu kelautan

Terkait lokasi, pemerintah berencana menggelar KTT di Jakarta dengan memilih tempat yang dinilai representatif. Di luar agenda utama, Indonesia juga akan menyelenggarakan Ocean Impact Summit di Bali sebagai bagian dari rangkaian kegiatan D-8.

Wakil Menteri Luar Negeri Arief Havas Oegroseno mengatakan Indonesia mengusulkan agar isu kelautan dimasukkan sebagai agenda baru kerja sama D-8. 

Pemerintah telah mengirimkan undangan resmi kepada para kepala negara anggota D-8. Namun, ia belum mengungkapkan siapa saja yang telah mengonfirmasi kehadiran. 

D-8 merupakan organisasi kerja sama pembangunan yang dibentuk pada 1997 oleh delapan negara berkembang, yakni Türkiye, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, dan Pakistan. 

Forum 8 Negara yang sebagian besar juga anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ini bertujuan memperkuat kolaborasi di bidang ekonomi, perdagangan, dan pembangunan guna mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.