Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Laut Maluku pada Jumat (22/5), dengan pusat getaran terdeteksi di laut dan terasa hingga sejumlah daerah di Sulawesi Utara serta Maluku Utara.
Berdasarkan laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peristiwa seismik tersebut tercatat terjadi pada pukul 08.05.09 WIB. Hasil pembaruan analisis menunjukkan magnitudo awal M5,9 kemudian direvisi menjadi M5,8.
Episentrum gempa berada pada koordinat 1,17° LU dan 126,14° BT, tepat di perairan sekitar 117 kilometer arah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman hiposenter sekitar 38 kilometer.
BMKG menjelaskan bahwa karakter gempa ini termasuk kategori dangkal dan dipicu oleh proses deformasi batuan di dalam Lempeng Laut Maluku. Mekanisme sumbernya diidentifikasi sebagai pergerakan sesar kombinasi geser naik atau oblique thrust.
Getaran gempa dirasakan dengan intensitas berbeda di beberapa wilayah. Di Pulau Batang Dua, guncangan mencapai skala III-IV MMI, yang pada siang hari dapat dirasakan jelas oleh banyak orang di dalam bangunan.
Sementara itu, wilayah Sofifi, Halmahera Barat, Tidore, hingga Kota Manado mencatat intensitas II-III MMI, di mana getaran terasa di dalam ruangan. Lembaga tersebut juga menegaskan bahwa hasil pemodelan tidak menunjukkan adanya potensi tsunami akibat gempa ini.
Hingga pukul 08.20 WIB, pemantauan BMKG belum mencatat adanya aktivitas susulan atau gempa lanjutan (aftershock) di kawasan tersebut.
Dalam keterangannya, BMKG kembali mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat guncangan.















