DUNIA
2 menit membaca
Sidang Majelis Umum PBB ke-81, Indonesia dorong perdamaian dan diplomasi multilateral
Jakarta akan mendorong upaya perdamaian dan penyelesaian konflik, terutama terkait Palestina, dan memperkuat perannya sebagai bridge-builder dalam diplomasi internasional.
Sidang Majelis Umum PBB ke-81, Indonesia dorong perdamaian dan diplomasi multilateral
Menlu Sugiono memimpin delegasi Indonesia dalam pembukaan Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di Markas Besar PBB, Selasa (22/9). / Reuters

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono memimpin delegasi Indonesia dalam pembukaan Debat Umum Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke-81 di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (22/9).

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan kehadiran Indonesia dalam rangkaian High-Level Week menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan Jakarta dalam diplomasi multilateral serta memastikan kepentingan dan prioritas nasional ikut terwakili dalam pembahasan agenda internasional.

Debat Umum SMU PBB ke-81 dipimpin Presiden Majelis Umum PBB Khalilur Rahman dari Bangladesh. Sidang tahun ini mengangkat tema “Restoring Trust, Managing Transformation: A United Nations that Delivers for All”, yang menyoroti kebutuhan untuk membangun kembali kepercayaan terhadap multilateralisme serta meningkatkan kemampuan PBB dalam menghadapi perubahan dan tantangan global.

Dalam sesi pembukaan, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan pidato Debat Umum terakhirnya sebagai Sekjen PBB. Ia menyoroti pergeseran kekuatan global yang berlangsung di tengah konflik, ketimpangan, perubahan iklim, serta perkembangan kecerdasan artifisial.

Guterres menekankan bahwa multilateralisme dan hukum internasional menjadi semakin penting agar penggunaan kekuasaan tetap berlandaskan aturan serta prinsip yang disepakati bersama.

Dorong reformasi PBB 

Presiden Majelis Umum PBB Khalilur Rahman juga menyerukan pemulihan kepercayaan terhadap PBB melalui reformasi dan tindakan nyata. Ia menilai PBB tetap memiliki peran yang tidak dapat digantikan, tetapi organisasi tersebut perlu menunjukkan bahwa institusinya mampu bekerja dan menghasilkan manfaat bagi masyarakat dunia.

Selain Debat Umum, agenda High-Level Week SMU PBB ke-81 mencakup berbagai pertemuan tingkat tinggi yang membahas isu strategis, termasuk hak atas pembangunan, aksi iklim dan transisi berkeadilan, kenaikan permukaan laut, kesiapsiagaan serta respons pandemi, pemberantasan rasisme, dan penghapusan senjata nuklir.

Dalam rangkaian pertemuan tersebut, Indonesia membawa sejumlah agenda prioritas. Jakarta akan mendorong upaya perdamaian dan penyelesaian konflik, terutama terkait Palestina, dan memperkuat perannya sebagai bridge-builder dalam diplomasi internasional.

Indonesia juga akan mengangkat kebutuhan reformasi PBB dan peningkatan representasi serta suara negara-negara Global South. Selain itu, delegasi Indonesia akan menyampaikan capaian dan agenda pembangunan nasional dalam berbagai forum tingkat tinggi.

Kemlu RI menegaskan Indonesia akan terus mendorong multilateralisme yang lebih kuat, inklusif, dan efektif, serta memperluas kerja sama internasional untuk menghasilkan langkah nyata dalam menghadapi tantangan bersama.

Kehadiran Menlu Sugiono sebagai Ketua Delegasi Indonesia dalam High-Level Week SMU PBB ke-81 menjadi bagian dari komitmen Jakarta untuk tetap aktif dalam diplomasi multilateral dan membawa kepentingan Indonesia ke dalam pembahasan berbagai isu global.

TerkaitTRT Indonesia - Menlu Sugiono tiba di New York, bawa misi Palestina hingga kursi DK PBB

SUMBER:TRT Indonesia