DUNIA
2 menit membaca
Uni Eropa gagal amankan dukungan AS dan G7 untuk larangan transportasi minyak Rusia
Seorang sumber diplomatik menyebut Washington menolak sanksi terkoordinasi dalam paket sanksi ke-20 yang tengah dirancang blok tersebut.
Uni Eropa gagal amankan dukungan AS dan G7 untuk larangan transportasi minyak Rusia
(FOTO ARSIP) Bendera Uni Eropa berkibar di luar markas besar Komisi Uni Eropa di Brussels. / Reuters

Uni Eropa dilaporkan gagal memperoleh dukungan dari Amerika Serikat dan negara-negara G7 lainnya untuk upaya terkoordinasi memblokir pengiriman minyak Rusia dalam paket sanksi anti-Rusia ke-20 yang sedang diusulkan. Hal ini disampaikan seorang sumber diplomatik di Brussel, seperti dilaporkan pada Senin.

Sumber tersebut, yang berbicara kepada kantor berita pemerintah Rusia Tass, mengatakan Brussel telah mempresentasikan proposal itu kepada Washington dan ibu kota negara-negara G7 lainnya sebagai bagian dari upaya memperluas pembatasan terhadap transportasi dan layanan pengiriman minyak Rusia.

“Uni Eropa mempresentasikan kepada AS dan G7 rencana untuk sepenuhnya melarang perusahaan-perusahaan Eropa mengangkut minyak Rusia serta memberikan segala bentuk perawatan, pasokan, pembiayaan, dan layanan asuransi kepada kapal tanker yang mengangkut minyak Rusia, tanpa memandang bendera yang mereka gunakan. Komisi Eropa juga mengundang para mitra untuk memberlakukan pembatasan serupa terhadap perusahaan mereka. Amerika Serikat menolak,” ujar diplomat tersebut.

Ia menambahkan bahwa dirinya “tidak menutup kemungkinan Washington akan memberlakukan langkahnya sendiri pada waktunya dan dengan persyaratannya sendiri.”

“Mitra G7 lainnya menyatakan bahwa bergabung dengan sanksi Uni Eropa memungkinkan, tetapi tidak memberikan janji yang jelas,” tambah sumber tersebut.

Sejak dimulainya perang Rusia-Ukraina pada Februari 2022, Rusia menjadi negara dengan sanksi terbanyak di dunia, melampaui Iran, Suriah, dan Korea Utara.

Berdasarkan basis data pelacakan sanksi, lebih dari 16.500 langkah pembatasan telah dijatuhkan kepada Moskow, yang menyasar individu, entitas, kapal, dan pesawat.

SUMBER:AA
Jelajahi
Wasekjen NATO: Perkembangan industri pertahanan Türkiye menunjukkan komitmen terhadap NATO
Pakistan meningkatkan mediasi AS-Iran saat Trump peringatkan situasi bisa menjadi 'menyeramkan'
Setelah pemulihan diplomatik, Bangladesh mengalihkan pelatihan PNS dari India ke Pakistan
Otoritas Hormuz Iran mengklaim kendali atas perairan di selatan pelabuhan UEA
Freeport proyeksikan tambang Grasberg beroperasi penuh pada akhir 2027
Korea Selatan naikkan peringatan perjalanan ke Uganda akibat wabah Ebola
Tiga kapal perang Pakistan bersandar di Jakarta, RI-Pakistan perkuat diplomasi maritim
Pasukan Indonesia ambil bagian dalam latihan militer multinasional PRAGATI di India
Mengapa Kuba tidak merayakan Hari Kemerdekaan pada 20 Mei?
Aston Villa akhiri puasa gelar 30 tahun usai juarai Liga Europa
Rusia-China teken 20 kesepakatan di bidang ekonomi, energi, transportasi, dan kerja sama global
Amnesty: Narasi ‘antek asing’ ancam kebebasan berekspresi di Indonesia
United 2026: Mengapa ini akan menjadi Piala Dunia FIFA terbesar dan paling global
Amin Abdullah: Penjaga Masjid San Diego yang tewas dipuji sebagai pahlawan karena lindungi jemaah
Putin tiba di Beijing beberapa hari usai kunjungan Trump ke China
WHO memberi peringatan terhadap 'skala dan kecepatan' wabah Ebola mematikan di DRC
AS akan mengakhiri perang dengan Iran 'dalam waktu dekat', kata Trump
Putin dan Xi bertemu di Beijing setelah kunjungan Trump ke China yang mendapat sorotan luas
Iran paparkan detail proposal 14 poin kepada AS yang bertujuan untuk mengakhiri perang
Indonesia–Türkiye perkuat kerja sama pendidikan tinggi dan teknologi strategis