DUNIA
2 menit membaca
Korea Utara mengonfirmasi penempatan pasukan ke Kursk, Rusia
Panglima Angkatan Bersenjata Rusia memuji 'kepahlawanan' prajurit Korea Utara dalam mengalahkan pasukan bersenjata Ukraina.
00:00
Korea Utara mengonfirmasi penempatan pasukan ke Kursk, Rusia
Korea Utara mengonfirmasi pengiriman pasukan ke Kursk, Rusia. /Foto: AP / AP

Korea Utara untuk pertama kalinya mengonfirmasi bahwa mereka telah mengirimkan pasukan ke Rusia. Kantor berita negara KCNA melaporkan bahwa tentara Pyongyang membantu Moskow merebut kembali wilayah yang sebelumnya berada di bawah kendali Ukraina di wilayah perbatasan Kursk.

Pengakuan ini disampaikan pada hari Senin, hanya beberapa hari setelah Rusia mengonfirmasi partisipasi Korea Utara. Badan intelijen Korea Selatan dan Barat telah lama melaporkan bahwa Pyongyang mengirim lebih dari 10.000 tentara untuk membantu di Kursk tahun lalu.

“Unit-unit kecil dari angkatan bersenjata kami,” kata Komisi Militer Pusat Korea Utara dalam laporan KCNA, “telah berpartisipasi dalam operasi untuk membebaskan wilayah Kursk sesuai dengan perintah kepala negara Republik Demokratik Rakyat Korea.”

Keputusan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un untuk mengirim pasukan tersebut, menurut laporan itu, didasarkan pada perjanjian pertahanan bersama antara kedua negara.

“Mereka yang berjuang demi keadilan adalah pahlawan dan perwakilan kehormatan tanah air,” ujar Kim, menurut KCNA. Ia juga menambahkan bahwa sebuah monumen untuk mengenang “prestasi pertempuran” akan segera dibangun di ibu kota.

Menurut Komisi Militer Pusat, “operasi untuk membebaskan wilayah Kursk untuk menghalau invasi agresif oleh otoritas Ukraina terhadap Federasi Rusia telah berhasil diselesaikan dengan kemenangan.”

Panglima Angkatan Bersenjata Rusia, Valery Gerasimov, pada hari Sabtu memuji “kepahlawanan” tentara Korea Utara, yang menurutnya “memberikan bantuan signifikan dalam mengalahkan kelompok angkatan bersenjata Ukraina.”

Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada hari Minggu menyatakan bahwa tentara Ukraina masih bertempur di Kursk, Rusia, meskipun Moskow mengklaim telah “membebaskan” wilayah baratnya.

SUMBER:TRT World
Jelajahi
AS menandakan kemajuan dalam pembicaraan akses bebas tol di Selat Hormuz
Kiev diserang oleh serangan rudal balistik massal menyusul ancaman pembalasan Rusia
Trump: Pembicaraan Iran 'konstruktif', namun blokade tetap berlaku hingga kesepakatan tercapai
WNI peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 alami trauma usai ditahan militer Israel
Jemaah haji lansia asal Indonesia yang hilang di Makkah ditemukan meninggal dunia
Iran pindahkan markas latihan Piala Dunia ke Meksiko usai kendala visa di AS
Kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo tembus 100, wabah terus meluas di tiga provinsi
AS setujui kemungkinan penjualan peralatan sistem rudal Hawk senilai $108,1 juta ke Ukraina
SpaceX menunda uji terbang Starship setelah gangguan teknis sesaat sebelum peluncuran
Moody’s dan S&P soroti risiko kebijakan sentralisasi ekspor komoditas Indonesia
Indonesia dan Azerbaijan perkuat kerja sama pengembangan tenaga kerja
Wasekjen NATO: Perkembangan industri pertahanan Türkiye menunjukkan komitmen terhadap NATO
Pakistan meningkatkan mediasi AS-Iran saat Trump peringatkan situasi bisa menjadi 'menyeramkan'
Setelah pemulihan diplomatik, Bangladesh mengalihkan pelatihan PNS dari India ke Pakistan
Otoritas Hormuz Iran mengklaim kendali atas perairan di selatan pelabuhan UEA
Freeport proyeksikan tambang Grasberg beroperasi penuh pada akhir 2027
Korea Selatan naikkan peringatan perjalanan ke Uganda akibat wabah Ebola
Tiga kapal perang Pakistan bersandar di Jakarta, RI-Pakistan perkuat diplomasi maritim
Pasukan Indonesia ambil bagian dalam latihan militer multinasional PRAGATI di India
Mengapa Kuba tidak merayakan Hari Kemerdekaan pada 20 Mei?