ASIA
2 menit membaca
Indonesia dorong kerja sama ASEAN hadapi perdagangan ilegal limbah
Indonesia menegaskan pentingnya kolaborasi ASEAN untuk mengatasi pergerakan lintas batas limbah berbahaya dan memperkuat ekonomi sirkular kawasan.
Indonesia dorong kerja sama ASEAN hadapi perdagangan ilegal limbah
Tuan Rumah AWGCW, Indonesia Tegaskan Sikap Hadapi Limbah Lintas Batas di ASEAN. Foto: KLH

Indonesia mendorong penguatan kerja sama negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi tantangan pengelolaan bahan kimia dan limbah, termasuk risiko pergerakan ilegal lintas batas.

Seruan tersebut disampaikan dalam pertemuan ke-11 ASEAN Working Group on Chemicals and Waste (AWGCW) yang digelar pada 12–13 Mei 2026.

Pelaksana tugas Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Laksmi Widyajayanti menegaskan bahwa pengelolaan bahan kimia dan limbah tidak dapat lagi dipandang sebagai tanggung jawab nasional semata.

Ia menyebut diperlukan gerakan kolektif antarnegara untuk mencegah lalu lintas ilegal limbah serta memperkuat penerapan ekonomi sirkular di kawasan.

ASEAN diminta tidak jadi tempat pembuangan limbah

Ketua AWGCW dari Malaysia Mahadi Bin Sukarno menegaskan kawasan ASEAN tidak boleh menjadi lokasi pembuangan limbah global.

Ia menekankan pentingnya aksi nyata, bukan sekadar forum tahunan, untuk memastikan kawasan tetap bebas dari pencemaran bahan kimia dan limbah berbahaya.

Menurutnya, negara-negara ASEAN perlu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Penguatan kebijakan dan standar kawasan

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas tujuh program prioritas dalam AWGCW Action Plan, mulai dari pengembangan teknologi ramah lingkungan, penguatan industri hijau, hingga penanganan darurat kecelakaan bahan kimia dan remediasi lahan terkontaminasi.

Indonesia melalui KLHK/BPLH juga mendorong harmonisasi standar operasional antarnegara anggota untuk memperkuat kesiapan dalam menjalankan berbagai konvensi internasional, termasuk Konvensi Basel, Minamata, dan Protokol Montreal.

Selain itu, forum ini menjadi ruang pertukaran inovasi terkait ekonomi sirkular, dengan fokus pada pengelolaan limbah yang tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi berkelanjutan di kawasan ASEAN.

SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Menkeu Purbaya: Pelemahan Rupiah bukan tanda krisis seperti 1998
Taiwan kerahkan kapal untuk hadapi operasi penegakan hukum China
Korea Utara sebut program nuklir 'tidak bisa dinegosiasikan' jelang kunjungan Xi Jinping
Efisiensi anggaran MBG, BGN akan fokuskan program ke wilayah terpencil
Vietnam dan Indonesia pimpin klasemen sementara Grup A Piala AFF U-19
Pemerintah tingkatkan pengawasan wisata di sekitar gunung api
Indonesia-Malaysia sepakat perkuat kerja sama bilateral lewat JCBC
Indonesia-Singapura perkuat kerja sama pertahanan lewat pertemuan militer tahunan
Tiga tersangka pimpinan BGN ditahan dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis
Drone Myanmar yang lepas kendali meledak di Thailand, tiga migran tewas
KSP: Serangan siber pada 2025 tembus 5,5 miliar, pemerintah perketat keamanan digital
Tinjau korban kebakaran Kemayoran, Wagub Rano pastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi
Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin dibebaskan dengan grasi kerajaan
Kantor Badan Gizi Nasional digeledah, program andalan Prabowo dibayangi ketidakpastian
Dua pilot Taiwan tewas dalam kecelakaan latihan pesawat militer
China gelar patroli di Timur Taiwan, merespons rencana perundingan maritim Jepang–Filipina
Nadiem Makarim peringatkan kepercayaan investor dalam pleidoi kasus pengadaan Chromebook
Prabowo sebut pemusatan ekspor SDA lewat DSI untuk maksimalkan keuntungan nasional
Kebakaran Kemayoran hanguskan 250 bangunan, 620 warga kehilangan tempat tinggal
Filipina dan Vietnam perkuat pakta pertahanan, tegaskan komitmen jaga Laut China Selatan