China mendesak AS untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas nuklir sipil milik negara-negara yang bukan pemilik senjata nuklir. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun pada Senin (20/4), mengatakan kepada wartawan di Beijing bahwa China pekan lalu menyerahkan laporan pelaksanaan nasionalnya kepada Konferensi Peninjauan ke-11 Para Pihak Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).
Guo mengatakan konferensi peninjauan seharusnya mendorong AS untuk memenuhi tanggung jawab khusus dan utama dalam perlucutan senjata nuklir, memperbaiki tindakan yang menyerang fasilitas nuklir sipil milik negara-negara bukan pemilik senjata nuklir, menghentikan pembentukan aliansi nuklir melalui pengaturan seperti pembagian nuklir (nuclear sharing), dan mengambil langkah-langkah untuk menahan tren negatif seperti upaya Jepang mencari kemampuan nuklir independen.
Menurutnya, Washington juga harus secara tepat menangani risiko proliferasi nuklir yang timbul dari kerja sama kapal selam nuklir antara AS, Inggris, dan Australia, yang dikenal sebagai AUKUS.
Laporan tersebut juga menyerukan pembahasan mengenai pengurangan risiko nuklir dan pencegahan perang nuklir.
Laporan itu juga menyerukan penggunaan cara-cara politik dan diplomatik untuk menyelesaikan isu-isu nuklir serta menjaga hak negara-negara berkembang atas penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai.
Beijing, tambahnya, memegang strategi nuklir bersifat membela diri, mengikuti kebijakan tidak menggunakan lebih dahulu (no-first-use), dan menjaga kemampuan nuklirnya pada tingkat minimum yang diperlukan untuk keamanan nasional.
China dengan tegas menegakkan otoritas dan efektivitas NPT, kata Guo lebih lanjut.
Semua pihak harus menegaskan kembali komitmen untuk menjaga stabilitas strategis global dan memegang prinsip keamanan yang tidak berkurang untuk semua, serta memajukan perlucutan senjata nuklir secara bertahap, tambahnya.
Laporan itu, lanjutnya, juga menyerukan penyelesaian perjanjian tentang saling tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu.
China telah mengecam AS dan Israel atas serangan bersama mereka terhadap fasilitas nuklir Iran, menyebutnya sebagai 'pukulan berat' terhadap NPT.
Sejak mereka memulai serangan terhadap Iran bulan lalu, AS dan Israel menargetkan fasilitas nuklir Iran di kota-kota Ardakan, Bushehr, dan Khondab — yang menjadi lokasi infrastruktur terkait nuklir yang penting.















