DUNIA
2 menit membaca
Paus Leo soroti penderitaan Gaza dalam khotbah Natal pertamanya
Paus Leo XIV menarik paralel langsung antara kisah kelahiran Yesus dan keluarga Palestina yang tinggal di tenda terbuka di tengah perang dan pengungsian di Gaza.
Paus Leo soroti penderitaan Gaza dalam khotbah Natal pertamanya
Paus Leo XIV menyampaikan pidato tradisional Hari Natal Urbi et Orbi kepada kota dan dunia dari Vatikan, pada tanggal 25 Desember 2025. / Reuters

Paus Leo mengecam kondisi warga Palestina di Gaza dalam khotbah Natal pada Kamis, dengan cara yang jarang begitu langsung, di tengah ibadah yang biasanya bersifat khidmat dan spiritual saat umat Kristiani di seluruh dunia merayakan kelahiran Yesus.

Leo, paus asal AS pertama, mengatakan bahwa kisah Yesus lahir di kandang menunjukkan bahwa Tuhan telah "mendirikan tenda rapuh-Nya" di tengah umat manusia.

“Lalu, bagaimana kita tidak memikirkan tenda-tenda di Gaza, yang terbuka selama berminggu-minggu diterpa hujan, angin, dan dingin?” ujarnya.

Leo, yang merayakan Natal pertamanya setelah terpilih pada Mei oleh para kardinal dunia menggantikan mendiang Paus Fransiskus, dikenal memiliki gaya lebih tenang dan diplomatis dibanding pendahulunya, dan biasanya menghindari referensi politik dalam khotbahnya.

Namun, paus baru ini juga beberapa kali menyoroti kondisi warga Palestina di Gaza belakangan ini, dan bulan lalu mengatakan kepada jurnalis bahwa satu-satunya solusi dalam konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung puluhan tahun harus mencakup negara Palestina.

Israel dan Hamas sepakat gencatan senjata pada Oktober setelah dua tahun perang genocidal Israel terhadap Gaza, tetapi lembaga kemanusiaan menyatakan bantuan yang masuk ke Gaza masih sangat minim, di mana hampir seluruh penduduknya kehilangan rumah.

Dalam ibadah Kamis di Basilika Santo Petrus yang dihadiri ribuan orang, Leo juga menyampaikan keprihatinan atas kondisi tunawisma di seluruh dunia dan kerusakan akibat perang yang mengguncang berbagai negara.

“Rapuh adalah daging dari populasi tak berdaya, diuji oleh begitu banyak perang, baik yang masih berlangsung maupun yang telah usai, meninggalkan puing dan luka terbuka,” kata paus.

“Rapuh juga pikiran dan hidup anak muda yang terpaksa mengangkat senjata, yang di garis depan merasakan ketidakmasukakalan apa yang diminta dari mereka dan kebohongan yang memenuhi pidato megah mereka yang mengirim mereka ke kematian,” ujarnya.

Pada Kamis sore, paus juga akan menyampaikan pesan dan berkat Urbi et Orbi dua kali setahun, yang biasanya menyinggung konflik global.

SUMBER:Reuters
Jelajahi
Kapal ikan tenggelam di Jeju Korsel, satu WNI hilang dan delapan selamat
Indonesia tolak izin konser Israel Houghton, Yusril: Tak sejalan politik luar negeri RI
Larangan dan pembatasan media sosial untuk anak-anak
Kabut asap lintas batas meluas, mekanisme hukum hadapi banyak kendala
Indonesia tambah dua emas dari panjat tebing dan panahan di Asian Games
Emine Erdogan pimpin seruan Ibu Negara untuk kerangka kerja PBB lindungi anak di dunia maya
Jakarta naik ke peringkat 140 kota dunia dalam Global Cities Index 2026
Ganda putra bulu tangkis raih emas ketiga, Indonesia peringkat 15 klasemen sementara Asian Games
Indonesia perluas jejaring halal global lewat kerja sama dengan empat lembaga
Indonesia perkuat kerja sama dagang dengan negara-negara Afrika melalui pelatihan SSTC
Indonesia tegaskan perlindungan warga sipil dalam hak jawab di Sidang Majelis Umum PBB
Pemimpin Arab sampaikan belasungkawa atas tragedi tenggelamnya KMP Virgo Transport 8
TNI AL terima 12 AAV-M35 dari AS, akan terima total 105 ranpur amfibi bertahap hingga 2028
Indonesia maju sebagai kandidat anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2029–2030
Menlu Sugiono: Palestina menjadi ujian bagi hati nurani dan sistem multilateral
IUCN: Kebakaran hutan mengancam orangutan Kalimantan
Indonesia dorong penguatan keterkaitan laut dan iklim menuju COP31
Indonesia tandatangani konvensi siber PBB, perkuat kerja sama lawan kejahatan siber
Indonesia taklukkan China 3-2, tim bulu tangkis putra raih emas Asian Games setelah 28 tahun
BNN Indonesia dan Australia perpanjang kerja sama pemberantasan narkoba hingga 2031