Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon memastikan bahwa Israel menewaskan tujuh orang dalam serangannya di selatan dan timur Lebanon, sehingga jumlah korban tewas hari itu mencapai setidaknya 28 meskipun ada gencatan senjata dan kesepakatan yang lebih luas antara AS dan Iran.
Lima orang, termasuk seorang wanita dan seorang anak, tewas di bagian timur negara itu dan dua warga Palestina tewas di wilayah Tyr selatan, kata kementerian.
Serangan terbaru ini terjadi sebelum jeda yang dicatat oleh seorang koresponden kantor berita AFP, ketika tentara Israel mengatakan telah menerima perintah dari pimpinan politik negara itu untuk menghentikan pertempuran di Lebanon selatan.
Korban meningkat di berbagai kota besar
Tentara Israel melancarkan serangan udara terhadap kota-kota selatan Lebanon, Nabatieh, Tyre, dan Sidon sejak dini hari, lapor Badan Berita Nasional yang dikelola negara Lebanon (NNA).
Sebuah serangan udara Israel yang menargetkan kota Qanarit di Sidon menewaskan tujuh orang dan melukai 13 lainnya, menurut angka awal.
Direktorat Perlindungan Sipil Lebanon mengatakan 16 orang tewas dalam serangan Israel di Nabatieh.
Sebelumnya, sebuah serangan udara Israel di kota Barish di Tyre menewaskan empat anggota keluarga yang sama, termasuk dua anak, tambah NNA.
Satu orang lagi tewas di kota Suhmur di timur Lebanon. Direktorat Perlindungan Sipil mengatakan timnya mengevakuasi 47 orang ke daerah aman dan mengangkut 16 jenazah serta 12 orang yang terluka ke rumah sakit.














